Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Keluhan Warga Desa Rawang Lama, Asahan Jalannya Penuh Lubang

 

Jalan Rusak di Desa Rawang Lama, Asahan. @Majalahjurnalis.com

MAJALAHJURNALIS.Com (Asahan) - Desa Rawang Lama, desa yang sebagian daerahnya merupakan persawahaan, profesi sebagian besar masyarakatnya adalah petani padi.

Dalam keseharian masyarakat Desa Rawang Lama Kecamatan Rawang Panca Arga Kabupaten Asahan pergi ke sawah mengelola sawah untuk ditanami padi agar dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Pantauan Majalahjurnalis.com, Senin (3/1/2022) jika musim turun sawah tiba artinya mereka minim penghasilan sebab disaat musim tersebut para petani tidak berpenghasilan bahkan keseharian waktu mereka diperuntukkan untuk mengolah sawah sampai selesai bertanam padi.

Jangankan uang didapat bahkan isi kantong dan simpanan mereka harus digelontorkan untuk modal dalam pengelolaan sawah tersebut.

Hari berganti hari demikianlah masa sulit para petani dijalani penuh dengan keringat, tenaga, fikiran semua dicurahkan demi untuk menyambung hidup.

Setelah musim  tanam selesai para petani berlanjut merawat tanaman padi yang telah ditanam.

Merawat agar tidak diserang hama, maupun merawat bagaimana agar tanaman padi dapat tumbuh dengan baik agar mendapatkan hasil sesuai dengan  harapan dimasa ini lebih besar lagi jumlah dana yang digelontorkan menyangkut dimasa ini dibutuhkan pemupukan dan obat-obatan yang diperlukan dan semua itu tidak dapat diperoleh dengan Cuma-cuma.

Demikianlah masa-masa sulit yang dilakoni oleh para petani di Desa Rawang Lama disamping mereka harus berjibaku untuk mengelola sawah mereka juga harus memikirkan penghasilan yang bisa didapat dalam keseharian dimasa sulit tersebut agar dapat menopang hidup.

Hari berganti hari bulan berganti bulan tibalah saat yang diharap-harapkakn yaitu musim panen.

Setelah melewati perjuangan yang lama dan penuh dengan kepahitan para petani saatnya memetik hasil panen mereka. Hasilpun datang bak ibarat kata pepatah dimana ada gula disitu ada semut, para tengkulak padi pun berduyun-duyun datang untuk membeli padi para petani ada yang berasal dari Medan, Lubuk Pakam, Pekan Baru dan yang lainnya.

Hasil panen yang didapatpun tidaklah dapat mereka tentukan masalah harga gabahnya karena harga gabah disaat panen tersebut mengikut harga yang ditentukan oleh para tengkulak.

Mereka para petani tidak punya kekuatan untuk menentukan harga gabah.

Sepenuhnya dalam penentuan harga gabah ditentukan oleh para tengkulak. Jika para petani ingin menahan padi mereka untuk diolah menjadi padi kering  yang memiliki nilai jual lebih tinggi hal ini lebih menyulitkan lagi, karena disaat panen raya para petani tidak sanggup mengeringkan padi secara massal karena di Desa Rawang Lama memang minim fasilitas tersebut.

Demikianlah secuil penderitaan para petani di Desa Rawang Lama yang sudah sejak zaman dahulu mereka alami.

Disamping penderitaan tersebut para petani yang sebagian besar merupakan profesi masyarakat Desa Rawang Lama tersebut dihadapkan pula terhadap penderiataan keberadaan infrastrukturnya terutama masalah jalan didesa Rawang Lama.

Para petani dan masyarakat pada umumnya selain sulit dalam menjalani kehidupan sehari-hari juga untuk menggunakan fasilitas jalan mereka pun mengalami kesulitan, jalan penuh lubang menganga disana-sini sangat menyulitkan aktifitas masyarakat dalam keseharian.

Jangankan untuk pembangunan jalan perbaikan/perawatan jalan pun dari dahulu tidak terlaksana.

Sebagian jalan di Desa Rawang Lama memang kondisinya memperhatinkan. Hal ini harus menjadi perhatian dari pemerintah menyangkut daerah Desa Rawang Lama ini merupakan salah satu lumbung padi Kabupaten Asahan.

Seorang warga menuturkan, “Kalaulah kami yang ada di Desa Rawang Lama ini menjadi iri dengan daerah lain itu hal yang wajar saja karena kami ini petani hasil kerja kami ini dinikmati oleh orang banyak baik yang pejabat, Aparatur Sipil Negara maupun konglomerat tapi dari infrastruktur kami tetap melarat”.

Jikalaulah ditela’ah memanglah mulia sebagai petani hasil keringat mereka untuk menghidupi mereka orang banyak, janganlah mereka dimarjinalkan dalam mendapatkan pasilitas pembangunan, terutama pembangunan jalan, menyangkut hal tersebut dapat menentukan hajat hidup orang banyak. (Mas’ud)    

Post a Comment

0 Comments