Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Diminta Kepada Walikota Medan, Tinjau Kembali Pemilihan Kepling 1 Kelurahan Bandar Selamat

 

Regina calon Kepling 1 Kelurahan Bandar Selamat yang dikalahkan dengan FITNAH. @Majalahjurnalis.com

MAJALAHJURNALIS.Com (Medan) - Pemilihan Kepala Lingkungan (Kepling) I Kelurahan Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung kisruh, diduga ada campur tangan pihak-pihak tertentu yang sebelumnya menjagokan calon Kepling I inisial HT alias Udin.

Kisruhnya Pemilihan Kepala Lingkungan 1 Kelurahan Bandar Selamat, sejumlah warga Lingkungan 1 meminta kepada Walikota Medan Bobby Nasution agar ditinjau kembali hasil Pemilihan Kepala Lingkungan 1 karena sarat kepentingan bukan terpilih berdasarkan kemenangan murni.

Hal itu disampaikan warga Lingkungan 1 Kelurahan Bandar Selamat melalui Ryan kepada Majalahjurnalis.com, Jumat (18/2/2022).

Dijelaskannya, seputar kisruhnya Pemilihan Kepling I Kelurahan Bandar Selamat, “Bahwa hari ini (red-Jumat) mereka mengambil SK Pengangkatan Kepling I HT alias Udin di Kantor Camat Medan Tembung. Dan dilihat mereka ada surat usulan dari Lurah Kelurahan Bandar Selamat bulan Juni 2021 atas nama HT alias Udin dan hal ini banyak warga yang mengetahuinya.

Sementara Kepling yang lama, saat itu masih bertugas sampai bulan Desember 2021. Pada bulan Desember 2021 Pihak Kecamatan Medan Tembung membuka pendaftaran pemilihan Kepala Lingkungan 1. Ada 4 orang kandidat, akhirnya tersisa 2 orang termasuk istri saya (Regina) dan Udin.

Yang kami tidak terima sampai hari ini, yakni istri saya difitnah sengaja dikembangkan untuk menjatuhkan Regina dengan melakukan pencemaran nama baik. Fitnah itu dikumandangkan didepan umum di Kantor Camat Medan Tembung pada akhir Desember 2021 lalu saat berorasi, bahwa Regina adalah Beragama Kristen, Regina Perempuan tak pantas menjadi Kepala Lingkungan.

Masih dikatakan Ryan, sementara menurut Peraturan Walikota Medan, bahwa tidak ada mempersoalkan tentang calon dari pihak perempuan, mengapa itu digemboskan untuk menjatuhkan Regina. Itu Fitnah!

Pernyataan panitia seleksi Kepling Samsul dari Kantor Camat Medan Tembung mengatakan, pada saat warga orasi ke Kantor Camat Medan Tembung pada akhir Desember 2021 tidak mempunya Surat Izin Keramaian dari pihak kepolisian.

Adapun pendapat masyarakat menginginkan pemimpin adalah laki-laki sesuai syariat Islam di satu sisi ini menyudutkan pihak regina di karenakan sesuai dengan peraturan Walikota Medan No 21 tahun 2021 tentang Pedoman pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Lingkungan di kota Medan BAB V Pasal 6 tentang persyaratan Calon Kepala Lingkungan tidak ada di sebutkan bahwa gender bahkan agama sekalipun bukan menjadi salah satu persyaratannya, adapun sesuai dengan peraturan di atas seharusnya Camat dan Lurah bersifat netral, pro aktif dan berperan besar.

Camat wajib melakukan penelitian dan verifikasi usulan calon Kepala Lingkungan sesuai dengan BAB VI pasal 7 poin 6, tim sukses HT juga sempat mengiruma surat mosi kepada Camat yang ditandatangani warga, tetapi salah satu warga yang namanya tertera di surat mosi tersebut mengaku tak pernah menandatangani surat mosi yang dimaksud, ini membuat keluarga Regina naik pitam yang diduga surat mosi tersebut hanya akal-akalan tim sukses Udin untuk menjatuhkan Regina, terang Ryan.

Saat dihubungi Majalahjurnalis.com, Jumat (18/2/2022) Pukul 12.14 Wib, Samsul sebagai Kasi Pemerintahan Kecamatan Medan Tembung, membantah tentang keterlibatannya soal Pemilihan Kepling di Lingkungan 1 Kelurahan Bandar Selamat.

Bahkan ia tidak mengetahui tentang adanya keribuatan terkait permasalahan itu, “Kalau ada ribut-ribut saya tidak tau bang! Ujarnya saat dihubungi awak media ini, “Saya hanya menerima berkas yang masuk saja dan saya bukan Panitia Pemilihan Kepling di Lingkungan 1 Bandar Selamat”.

Sementara itu Lurah Kelurahan Bandar Selamat, Muktar Lubis saat dihubungi Majalahjurnalis.com melalui telpon, Jumat (18/2/2022) sekitar pukul 14.24 Wib membantah adanya muncul jagoannya sebelum Pemilihan Kepala Lingkungan 1.

Dikatakannya, bahwa didalam pemilihan ini tidak ada rekayasa.

Ketika disinggung soal adanya muncul nama HT alias Udin pada bulan Juni 2021, Lurah menjawab, “Suruh aja mereka (red-warga) datang ke kantor Lurah! Kalau memang tak tau. Jadi Informasi tentang dibulan Juni itu tidak benar. Dikatakannya lagi, Bagaimananya? Tanyanya masih diujung telpon, tapi HT pilihan warga? Ucap Muktar Lubis mengakhiri.

Ibu kandung Regina marah, merasa harga diri Keluarga Besarnya sudah diinjak-injak, "Ini tidak adil mau menang kok main kotor, nama baik keluarga kami sudah diinjak-injak oleh antek-antek si Udin," ujar Lusiana Sitanggang yang meminta Walikota Medan Bobby Nasution mengambil sikap atas persoalan ini. (red)

Posting Komentar

0 Komentar