Presiden Indonesia Joko Widodo saat berpidato
di Istana Presiden Bogor, 29 April 2022. Jokowi ke Rusia dan Ukraina setelah
menghadiri KTT G7 di Jerman pada 26-27 Juni 2022. Saat Jokowi ke Ukraina,
Paspampres menyiapkan perlengkapan keamanan seperti helm, rompi, hingga senjata
laras panjang.(ISTANA PRESIDEN via AFP)
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Presiden Joko Wiododo membawa misi untuk menghentikan
peperangan dalam rencana pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr
Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Jokowi akan menemui Zelenksy dan Putin di waktu dan tempat
yang berbeda.
Pertemuan akan diadakan setelah dirinya menghadiri Konferensi
Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Jerman pada 27-28 Juni 2022.
“Saya akan mengunjungi Ukraina dan akan bertemu dengan
Presiden Zelensky. Misinya adalah mengajak Presiden Ukraina, Presiden Zelensky
untuk membuka peluang dialog dalam rangka perdamaian,” kata Jokowi saat
memberikan keterangan pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu
(26/6/2022).
Menurut Jokowi, sudah semestinya peperangan harus dihentikan.
Jokowi mengatakan, upaya menghentikan perang juga untuk
membuka kembali rantai pasok pangan yang sempat terhambat akibat peperangan
tersebut.
Sementara, Jokowi akan menemui Putin setelah berdialog dengan
Zelensky. Pertemuan akan digelar di Rusia. Saat bertemu Putin, Jokowi akan
mengajak untuk membuka peluang dialog dalam upaya menghentikan perang.
“Dan sesegera mungkin untuk melakukan gencatan senjata dan
menghentikan perang,” terang Jokowi.
Jokowi menambahkan, kunjungannya ke Ukraina dan Rusia bukan
semata-mata penting bagi Indonesia saja, melainkan juga penting untuk
negara-negara berkembang.
“Tapi juga penting
bagi negara-negara berkembang untuk mencegah rakyat negara-negara berkembang
dan berpenghasilan rendah jatuh ke jurang kemiskinan ekstrem dan kelaparan,”
imbuh dia.
Sumber :
KOMPAS.com
0 Komentar