Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Selama Ramadan Masjid Al Aqsa Selalu Jadi Sasaran Empuk Polisi Israel

 

Polisi Israel usir warga Palestina dari Masjid Al Aqsa. ©REUTERS/Ammar Awad


MAJALAHJURNALIS.Com - Ketegangan di Yerusalem, Palestina, merebak setelah polisi Israel menyerang jemaah muslim yang sedang beribadah di kompleks Masjid Al-Aqsa di bulan suci Ramadan.
 
Serangan itu bermula ketika pada Rabu pekan lalu pasukan Israel mengusir kemudian menganiaya orang Palestina yang sedang beribadah di bulan suci Ramadan. Sementara orang Israel dibolehkan beribadah di bawah perlindungan polisi
 
Apa yang terjadi di Al-Aqsa?
 
Sebelum subuh Rabu pekan lalu polisi Israel menyerbu kompleks masjid Al-Aqsa di wilayah pendudukan Yerusalem Timur. Mereka menyerang warga muslim Palestina yang sedang beribadah di Masjid Al-Aqsa.
 
Polisi Israel yang mengklaim mereka berusaha menangani perusuh memukuli jemaah muslim dengan tongkat pemukul dan melepaskan tembakan gas air mata serta granat kejut untuk memaksa jemaah keluar dari masjid, kata sejumlah saksi.
 
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan jemaah perempuan berteriak meminta pertolongan seraya api membakar bagian dalam masjid.
 
Perusuh bertopeng
 
Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan ada 12 orang terluka, termasuk tiga di antaranya harus dibawa ke rumah sakit. Dalam pernyataannya mereka juga menyebut pasukan Israel menghalangi tim medis memasuki kompleks Al-Aqsa.
 
Pejabat setempat mengatakan sedikitnya 400 orang Palestina ditahan oleh Israel dalam kejadian itu.
 
Mengapa pasukan keamanan bersenjata lengkap masuk ke dalam masjid?
 
Dalam pernyataannya, polisi Israel mengatakan mereka terpaksa memasuki kompleks masjid setelah "perusuh bertopeng" berada di dalam masjid bersenjata kembang api, tongkat, dan batu.
 
"Ketika polisi masuk, batu-batu dilemparkan ke arah mereka dan kembang api juga dibakar di dalam masjid oleh banyak perusuh," kata pernyataan polisi, seperti dilansir laman Aljazeera. Seorang polisi, kata mereka, terluka di bagian kaki.
 
Polisi Israel juga menuturkan sebelumnya ada kesepakatan dengan otoritas Masjid Al-Aqsa yang menyatakan tidak boleh ada jemaah bermalam di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa selama Ramadan.
 
"Polisi mengatakan mereka 'secara baik-baik' sudah meminta jemaah untuk pergi tapi akhirnya polisi merangsek masuk ke Al Aqsa," kata reporter Aljazeera Natasha Ghoneim.
 
Memicu revolusi
 
Perdana Menteri Otoritas Palestina Muhammad Shtayyeh mengecam kejadian itu sebagai "kejahatan besar terhadap jemaah" dan menyebut "beribadah di Masjid Al-Aqsa tidak butuh izin dari pendudukan Israel. Itu hak kami."
 
"Al-Aqsa itu untuk orang Palestina, untuk semua orang Arab dan muslim dan menyerangnya berarti memicu revolusi terhadap pendudukan," kata dia.
 
Apakah kejadian ini pernah terjadi?
 
Dalam beberapa tahun terakhir Masjid Al-Aqsa menjadi sumber ketegangan selama Ramadan.
 
Tahun lalu lebih dari 300 orang Palestina ditangkap dan 170 lainnya terluka dalam kejadian yang serupa di bulan Ramadan. Selepas itu kembali terjadi kekerasan di Tepi Barat pada akhir Maret yang menewaskan 36 orang.
 
Pada Mei 2021 pasukan Israel yang menyerbu kompleks Al-Aqsa dengan melepaskan tembakan gas air mata dan granat kejut kepada jemaah yang sedang beribadah Ramadan menuai kecaman dunia internasional.
 
Kejadian itu bertepatan dengan meningkatkan kekerasan terhadap orang Palestina yang digusur paksa dari wilayah dan rumah mereka di Sehikh Jarrah.
 
Pertikaian di Yerusalem dan Tepi Barat kemudian mencapai puncaknya pada serangan 11 hari ke Jalur Gaza pada 10 Mei yang menewaskan 256 orang Palestina, termasuk 66 anak dan melukai lebih dari 1.900 orang, kata Kementerian Kesehatan Gaza. Sementara itu 13 orang tewas di Israel, termasuk dua anak, dan seorang perempuan India serta dua orang Thailand.
 
Mengapa Palestina khawatir dengan masa depan Al-Aqsa?
 
Kompleks Masjid Al-Aqsa yang berada di dataran tinggi Yerusalem Timur dicaplok oleh Israel pada Perang Enam Hari 1967 meski tindakan mereka tidak diakui oleh sebagian besar komunitas Internasional.
 
Bagi umat Islam, Masjid Al-Aqsa adalah masjid suci ketiga setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Saudi. Di tempat itulah diyakini Nabi Muhammad berangkat Isra Miraj.
 
Kompleks itu juga bagi umat Yahudi adalah rumah ibadah mereka yang dikenal dengan Kuil Bukit.
 
Lokasi tersebut menjadi sumber pertikaian di wilayah pendudukan Israel di Tepi Barat yang sudah berlangsung selama puluhan tahun.
 
Orang Palestina memandang Al-Aqsa sebagai simbol nasional agar mereka bisa meraih kendali wilayah. Namun ada kekhawatiran masjid itu akan mengalami nasib seperti Masjid Ibrahim di Hebron yang diubah menjadi sinagog setelah 1967.
 
Palestina juga khawatir dengan gerakan kanan Israel yang bermaksud ingin menghancurkan kompleks masjid Al-Aqsa untuk diubah menjadi kuil Yahudi.
 
Mengapa orang Yahudi ingin masuk ke kompleks Al-Aqsa?
 
Dalam beberapa tahun belakangan, kelompok nasionalis Yahudi rutin mengunjungi Al-Aqsa dengan pengawalan polisi dan orang Palestina memandang itu sebagai bentuk provokasi.
 
Di saat yang sama ada kelompok Yahudi yang menawarkan hadiah bagi siapa pun yang bisa masuk ke kompleks masjid Al-Aqsa dan menyembelih seekor domba--ritual agama Yahudi yang dilarang dilakukan di dalam masjid dan akan dianggap provokasi terhadap orang Palestina. 
Sumber : Merdeka.com

Posting Komentar

0 Komentar