Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Diduga Show Of Force atau Unjuk Kekuatan, Mayor Dedi Hasibuan Tersandung Saat Datangi Polrestabes Medan

 

Konferensi Pers Danpuspom TNI (Dwi/detikcom)

Panglima TNI Perintahkan Danpuspom TNI Marsda Agung Handoko memeriksa Mayor Dedi Hasibuan dan para Prajurit TNI ikut mendatangi Polrestabes Medan


MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - TNI menyampaikan hasil penyelidikan terkait kasus Mayor Dedi Hasibuan dan para prajurit TNI yang ikut mendatangi Polrestabes Medan terkait penangguhan penahanan tersangka kasus tanah Ahmad Rosyid Hasibuan. TNI menyatakan tindakan itu sebagai show of force.
 
Hal ini disampaikan oleh Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Marsda Agung Handoko dalam konferensi pers di Mabes TNI, Jakarta Timur, Kamis (10/8/2023).
 
Dia menyebut tindakan Mayor Dedi bisa diduga sebagai Show Of Force atau unjuk kekuatan.
 
"Dari hasil penyelidikan bahwa kedatangan DFH (Dedi F Hasibuan) bersama rekan-rekannya di kantor Polrestabes Medan dengan pakaian Dinas Loreng pada hari Sabtu, dapat diduga dapat dikonotasikan sebagai Show Of Force pada penyidik Polrestabes Medan untuk berupaya mempengaruhi proses hukum yang berjalan," kata Agung.
 
Aksi unjuk kekuatan ini bisa dilihat dari video viral yang beredar. Tampak ada beberapa prajurit TNI yang hanya berlalu lalang, bukan mendengarkan duduk persoalan.
 
"Ini bisa dilihat dari video yang viral bahwa tidak semua personel yang ada di situ berkonsentrasi untuk mendengarkan duduk persoalan yang sedang diselesaikan. Tapi ada yang berlalu lalang di sekitar tempat mereka berdebat," tuturnya.
 
Namun, Agung menjelaskan bahwa TNI belum bisa memastikan soal indikasi tindakan Obstruction Of Justice. Hal ini belum mengarah ke sana.
 
"Terkait dengan mungkin ada indikasi bahwa tindakan tersebut bisa dikatakan Obstruction Of Justice kami belum bisa mengarah ke sana," ujarnya.
 
Aksi TNI Datangi Polrestabes Medan
 
Sebelumnya, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono memerintahkan Danpuspom TNI Marsda Agung Handoko memeriksa Mayor Dedi Hasibuan dan para prajurit TNI yang ikut mendatangi Polrestabes Medan terkait penangguhan penahanan tersangka kasus tanah Ahmad Rosyid. Selang sehari, Mayor Dedi diperiksa Puspom TNI dan ditahan.
 
Selain itu, aksi Mayor Dedi Hasibuan juga membuat Kepala Hukum Kodam (Kakumdam) I Bukit Barisan Kolonel Muhammad Irham Djannatung terseret. Kolonel Irham diperiksa Puspom TNI.
 
"Betul. (Irham) Ikut ke Jakarta (bersama Dedi) untuk diperiksa Puspom," kata Kapendam I/BB Kolonel Rico Siagian, dilansir detikSumut.
 
Kolonel Irham adalah atasan Mayor Dedi sendiri di korps Hukum Kodam I/BB. Selain kedua orang itu, ada 13 anggota personel Kumdam I/BB yang turut diperiksa. Namun 13 personel itu diperiksa oleh Pomdam Bukit Barisan.
 
Peristiwa sejumlah prajurit TNI mendatangi Satreskrim Polrestabes Medan terjadi pada Sabtu (5/8/2023) siang. Saat itu, sempat terjadi percekcokan antarkedua belah pihak. Sekitar pukul 16.00 WIB, puluhan TNI itu satu per satu meninggalkan lokasi.
 
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan awalnya Mayor Dedi Hasibuan yang merupakan penasehat hukum dari Kumdam I/BB datang ke lokasi.
 
"Ia ingin menemui Kasat Reskrim untuk berkoordinasi atas proses hukum yang dihadapi oleh saudaranya, yakni ARH," kata Hadi saat diwawancarai di Polrestabes Medan, Minggu (6/8/2023).
 
Video berdurasi 5 menit 1 detik yang menggambarkan pertemuan diwarnai perdebatan antara Mayor Dedi Hasibuan dengan Kasatreskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir Mustafa pun beredar. Mayor Dedi sempat menyuruh Kompol Fathir diam dengan nada tinggi.
Sumber : detiknews

Post a Comment

0 Comments