Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Apakah Artifilancial Intelligence Hadir Sebagai Ancaman ?

 Oleh : Risma Sabel Seperak



MAJALAHJURNALIS.Com - Teknologi saat ini membuat perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari kemajuan teknologi yang pesat telah mengubah cara manusia bekerja berkomunikasi dan hidup secara keseluruhan.
 
Teknologi Artifilancial Intelligence (AI) atau yang sering juga sebagai kecerdasan buatan menjadi salah satu teknologi yang paling fenomenal saat ini.
 
Kecerdasan buatan atau bahasa canggihnya AI kini sudah diterapkan dikehidupan sekarang secara sadar atau tidak. Apabila ditinjau kembali, perakitan program untuk pembuatan AI adalah bagian dari ilmu komputer.
 
Pada dasarnya AI adalah science untuk membuat komputer dapat meniru cara berpikir dan bertindak seperti manusia. Implementasi AI dalam berbagai segmen kehidupan menjadi solusi untuk menjawab kebutuhan masyarakat dunia saat ini. Seperti, mesin Google Asisten.
 
AI bukan hanya diimplementasikan untuk mengotomasi proses tertentu, teknologi ini membuat banyak peluang dapat diekplorasi yang tentunya menciptakan pekerjaan-pekerjaan baru yang mungkin saat ini pun belum terpikirkan oleh kita. Misalnya, dulu belum ada atau tidak umum dikenal profesi seperti Data Science, Business Intelligence, Scrum Master.
 
Teknologi AI juga bukan hanya berdampak pada sektor pekerjaan, AI saat ini juga dikembangkan dalam sektor otomotif. Salah satu simbol AI dalam sektor otomotif yang paling kita kenal adalah mobil Tesla dan Wuling yang menanamkan kecerdasan buatan dalam kendaraan tersebut yang diharapkan menunjang kenyamanan pengendaranya. Selain daripada hal tersebut banyak peluang-peluang baru dari perkembangan teknologi ini.
 
Selain itu, AI juga merupakan ancaman bagi sumber daya manusia diera perkembangan teknologi 4.0 sudah banyak pekerjaan manusia perlahan-lahan mulai tergantikan oleh adanya AI.
 
Pada sektor pendidikan juga memungkinkan berpengaruh buruk dengan pola pikir pelajar, dengan adanya AI yang meringankan tugas pelajar dikhawatirkan para pelajar memiliki ketergantungan pada kecerdasan buatan ini sehingga pola kecerdasanyang dimiliki pelajar dapat tergerus seiring waktu.
 
Dalam kurun waktu 50 tahun kedepan tidak menutup kemungkinan AI akan mendominasi disegala sektor kehidupan utamanya di kesehatan, bisa jadi teknologi yang begitu canggih ini dapat membuat manusia dan melanggar etika kehidupan contohnya seperti Teknologi Klonasi (kloning).
 
Oleh karena itu, masyarakat harus terus mengupgrade dirinya mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan khususnya dibidang teknologi dan meningkatkan kerativitasnya sehingga sulit untuk digantikan oleh AI.
 
Seharusnya, AI memiliki peluang untuk menggantikan beberapa pekerjaan manusia. Namun, AI tidak akan pernah bisa menggantikan sisi emosional yang dimiliki oleh manusia, oleh karena itu ada baiknya masyarakat dunia khususnya Indonesia terus memelihara dan mengembangkan kecerdasan emosionalnya supaya dimasa yang akan datang keberadaannya akan tetap dibutuhkan.@

Post a Comment

0 Comments