Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Hati-Hati 7 Faktor Kebiasaan yang Mampu Menurunkan Kesuburan Pria

 

Ilustrasi Gambar. @Sindonews.com

MAJALAHJURNALIS.Com Tingkat kesuburan adalah hal yang penting diperhatikan oleh setiap pasangan yang ingin memiliki anak.
 
Hal ini juga dapat dipengaruhi oleh tingkat kesuburan pria. Namun, ada beberapa kebiasaan buruk yang dapat membuat kesuburan pria mengalami penurunan. Apa sajakah itu? 
 
Kebiasaan yang Dapat Menurunkan Kesuburan Pria
 
Berbicara tentang kesuburan, kebanyakan orang masih terfokus pada wanita. Padahal, pria juga dapat mengalami masalah kesuburan dengan beberapa kasus ternyata terdapat gangguan pada sperma yang dihasilkan.
 
Tidak banyak pria yang sadar jika kuantitas dan kualitas sperma yang dihasilkan dapat dipengaruhi oleh berbagai kebiasaan harian yang dilakukan.
 
Apa saja sih kebiasaan yang dapat membuat kesuburan pria menurun? Berikut beberapa daftarnya:
 
1. Kurang Tidur
 
Salah satu kebiasaan yang mampu menurunkan kesuburan pria adalah kurang tidur di malam hari. Seseorang yang terbiasa untuk begadang bisa saja mendapati jika kualitas spermanya ikut menurun saat dilakukan pemeriksaan.
 
Pria yang tidur kurang dari 6 jam per hari dapat mengalami penurunan kesuburan hingga 31 persen.
 
Saat kurang tidur, tubuh mengalami penurunan produksi hormon testosteron yang berperan penting terhadap pembentukan sperma. Maka dari itu, setiap pria perlu tidur yang cukup, yaitu sekitar 7-8 jam setiap malamnya. Jika berlebihan juga tidak baik untuk kesuburan.
 
2. Merokok
 
Kebiasaan lainnya yang dapat memperburuk kesuburan pria adalah merokok. Kebiasaan buruk ini bukan hanya memengaruhi kesuburan tetapi juga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
 
Disebutkan jika sperma perokok memiliki kerusakan DNA yang tidak dapat diperbaiki, sehingga membatasi kemungkinan pembuahan normal dan mendapatkan kehamilan yang sehat.
 
3. Minuman Bersoda
 
Minuman bersoda berpotensi membuat kesuburan pria menurun. Sebab, minuman ini memiliki kandungan gula yang tinggi dan dapat menyebabkan resistensi insulin.
 
Ternyata, kondisi ini ternyata juga dapat memengaruhi kesehatan sperma. Disebutkan jika satu kaleng soda sehari bisa merusak sperma dan kemampuannya untuk bergerak akan berkurang.
 
Selain itu, kebiasaan minum soda juga dapat membuat bobot badan naik. Banyak orang percaya bahwa pria yang mengalami kegemukan cenderung akan merasakan masalah kesuburan pula. Maka dari itu, penting untuk membatasi minuman yang mengandung soda.
 
4. Stres
 
Disebutkan jika stres yang berlebihan mampu mengganggu hormon reproduksi seseorang.
 
Hal ini dapat memengaruhi tingkat kesuburan yang akhirnya kehamilan menjadi lebih sulit didapatkan.
 
Meski sudah mengonsumsi makanan yang dapat menyuburkan sperma, stres yang tidak diatasi tetap dapat memengaruhi tingkat kesuburan pada tubuhnya.
 
5. Mengonsumsi Alkohol
 
Konsumsi alkohol berlebihan juga dapat mengganggu kesuburan seorang pria. Seseorang yang mengonsumsi 25 gelas minuman dengan kandungan alkohol dalam seminggu bisa menurunkan kualitas sperma.
 
Semakin banyak alkohol yang dikonsumsi tiap minggunya, semakin parah masalah kesuburan yang dialami. 
 
6. Menyimpan Ponsel di Saku
 
Pria yang gemar menyimpan ponsel di saku ternyata dapat memengaruhi tingkat kesuburan yang dimilikinya secara signifikan.
 
Hal ini disebabkan paparan radiasi pada ponsel yang mampu menghambat pergerakan sperma. Selain itu, suhu panas dari ponsel juga dapat meningkatkan suhu di area selangkangan yang mengganggu produksi sperma.
 
7. Mengonsumsi Daging Olahan
 
Disebutkan jika pria yang gemar mengonsumsi daging olahan, tingkat kesuburannya dapat mengalami penurunan.
 
Sebab, daging ini dapat menurunkan produksi testosteron. Alangkah lebih baiknya jika mengonsumsi lebih banyak ikan yang baik untuk kesehatan sperma, sehingga kemungkinan terjadinya kehamilan lebih tinggi.
 
Itulah beberapa kebiasaan yang dapat memengaruhi tingkat kesuburan pada pria.
 
Penting untuk memperhatikan semua kebiasaan tersebut agar kehamilan yang diharapkan lebih cepat untuk didapatkan.
 
Tentu juga dikombinasikan dengan pola makan yang sehat dan melakukan olahraga yang rutin. 
Sumber : Halodoc

Post a Comment

0 Comments