Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Mantan Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko Alasan Dukung Prabowo-Gibran, ‘Dari Pada Buang Biaya dan Energi’

 

Budiman Sudjatmiko (Dok. istimewa)


MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Mantan Politisi PDIP, Budiman Sudjatmiko, turut buka suara terkait Stefanus Gusma yang juga pamitan kepada PDIP untuk mendukung paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Budiman melihat perindahan dukungan ke Prabowo Subianto dari kubu Ganjar Pranowo akan masif terjadi.


"Saya merasa perpindahan pendukung atau dukungan dari 03 ke 02 itu tidak ada hambatan secara ideologis dalam politik, jadi kemungkinannya perpindahannya akan banyak, karena bagaimanapun juga banyak pendukung 03 merasa bahwa visi-misi dan karakter serta nilai-nilai politik 02 itu tidak banyak perbedaannya dengan 03, sehingga mudah saja bagi mereka pindah ke 02," kata Budiman saat dihubungi, Sabtu (27/1/2024).

Selain itu, Budiman menyebut banyak politisi yang melihat Prabowo-Gibran akan memenangkan Pemilu 2024 dalam satu atau dua putaran. Karena itu, menurutnya, daripada membuang biaya dan energi, lebih baik mendukung Prabowo-Gibran.

"Dan perpindahan yang lebih pragmatis adalah bahwa kemungkinan 02 menang sekali putaran, kalau toh pemilu 2 putaran, kemungkinan besar 02 juga akan memenangkannya, sehingga mereka mungkin berpikir bahwa daripada buang energi, buang biaya, buang waktu, kenapa nggak sekalian aja menangkan sekali putaran untuk 02? Toh secara ideologis tidak ada perbedaan," ucapnya.


Meski begitu, Budiman memastikan tidak ada pengkondisian dari perpindahan dukungan tersebut. Dia menegaskan perpindahan dukungan itu tidak terstruktur dan tidak sistematis.


"Sehingga itu saya kira yang sudah jadi pertimbangan banuyak pendukung 03 yang pindah ke 02. Tapi saya pastikan ini tidak terstruktur, tidak sistematis, tapi masif, kemungkinan akan masif perpindahan dukungan dari 03 dan 02. Tapi tidak terstruktur tidak sistematis, tidak ada pengorganisasian untuk itu, tapi pertimbangan individu masing-masing yang melihat seperti yang saya katakan tadi," ujar dia.


Gusma Pamit dari PDIP


Sebelumnya, Ketua Umum Pemuda Katolik (PK) Stefanus Gusma mengikuti jejak Maruarar Sirait untuk pamit dari PDIP. Gusma juga mundur dari pengurus Badiklatpus PDIP.


"Iya, saya sudah pamit. Saya sudah sampaikan permohonan maaf, ucapan terimakasih dan sudah pamit dengan senior-senior saya di partai. Sempat mengirim text WA, dan saya juga membuat surat pengunduran diri sebagai pengurus Badiklatpus." kata Gusma dalam keterangannya, Sabtu (27/1/2024).


Gusma, yang juga mantan ketua DPP KNPI, mengatakan, saat ini aktif mendampingi komunitas relawan memenangkan pasangan calon presiden Prabowo-Gibran. Dia menginisiasi dan membina komunitas Solidaritas Anak Muda untuk Keberagaman dan Toleransi Indonesia (Sakti).


Sementara itu, belakangan, Gusma juga tampak kerap mendampingi Gibran saat kunjungan kampanye ke berbagai tempat. Misalnya, saat kunjungan ke NTT, kemudian saat acara kick off gerakan door to door 2 juta rumah SAKTI sebagai langkah menggaet suara untuk memenangkan paslon Prabowo dan Gibran, di Kota Solo, Kamis (11/1/2024) yang lalu.


Gusma lantas menjelaskan alasan mundur dari PDIP. Dia mengaku punya perbedaan pandangan dengan Partai ihwal Pilpres 2024.


"Pertimbangan saya pamit karena telah berbeda dengan partai soal Pilpres 2024. Saya rasa logis dan etisnya demikian. Dulu saat masih aktivis mahasiswa di Solo saya sudah jadi relawannya Pak Jokowi saat maju walikota, lalu ikut berjuang saat beliau maju Gubernur DKI, dan saat maju Pilpres dua kali. Saya juga koordinator door to door-nya Mas Gibran saat maju walikota Solo", jelas Gusma.
Sumber : detiknews



Post a Comment

0 Comments