Brigjen Wahyu
Yudhayana.@Beritasatu.com/Algi Muhamad Gifari
MAJALAHJURNALIS.Com (Bandung
Barat) - Kepala Dinas
Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Wahyu Yudhayana mengatakan
TNI AD tengah melakukan investigasi terkait kematian Prada Lucky Chepril
Saputra Namo (23).
Diduga Prada
Lucky tewas setelah dianiaya seniornya saat bertugas di Batalyon TP 834 Wakanga
Mere, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur pada Rabu (6/8/2025) lalu sekitar
pukul 11.23 Wita.
"Pertama
tentu kami menyampaikan duka cita yang mendalam dan juga penyesalan dari
jajaran TNI AD atas terjadinya peristiwa ini. Investigasi sedang
berjalan," kata Wahyu saat ditemui di Pusdiklatpassus Batujajar, Sabtu
(9/8/2025).
Beberapa
personel yang diduga sebagai pelaku, termasuk saksi yang berada di sekitar
tempat kejadian perkara saat itu, kini sedang diperiksa oleh Detasemen Polisi
Militer di Kupang.
"Pemeriksaan
dilaksanakan secara intensif dan betul-betul akan mengetahui secara jelas
bagaimana peristiwa ini terjadi. Hingga saat ini, ada lebih dari 24 orang yang
sedang diperiksa, baik sebagai terduga pelaku maupun saksi," ujar Wahyu.
Setelah
ditemukan bukti dan fakta serta tingkat keterlibatan masing-masing personel,
Wahyu menyebut pimpinan TNI AD telah menyampaikan proses hukum akan
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Perkembangan
lebih lanjut akan kami sampaikan, terutama terkait personel yang terbukti
terlibat dan akan menjalani proses hukum sesuai dengan tanggung jawab
masing-masing," ujar Wahyu.
Wahyu
mengatakan prajurit TNI yang terbukti melakukan penganiayaan berujung tewasnya
seseorang akan dijerat dengan pasal yang tertuang dalam Kitab Undang-Undang
Hukum Pidana Militer.
"Sanksi
terberat akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan. Namun, saat ini saya
belum dapat menyampaikan secara terperinci pasal atau jenis hukuman karena
pemeriksaan masih berlangsung. Setelah pemeriksaan selesai, Polisi Militer akan
menyampaikan pasal-pasal yang dikenakan terhadap masing-masing pihak yang
terbukti terlibat," kata Wahyu.
Sumber : Beritasatu.com
0 Komentar