Ticker

7/recent/ticker-posts

Ini Data Terbaru BNPB BencanaDitiga Provinsi Sumatera

 

Ini Data Terbaru BNPB BencanaDitiga Provinsi Sumatera
Gambar udara ini menunjukkan jembatan rusak akibat banjir bandang di jalan utama yang menghubungkan Aceh dan Sumatra Utara di Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Indonesia pada 28 November 2025.@Chaideer MAHYUDDIN/AFP.


MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana di Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut) mencapai 303 orang. Rinciannya, 47 orang di Aceh, 90 di Sumbar, dan 166 di Sumut.
 
"Berdasarakan catatan BNPB, pada hari ketiga setelah penetapan status tanggap darurat bencana, total ada 303 jiwa di Aceh, Sumbar, dan Sumut," tutur Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto seperti dikutip dari siaran pers, Minggu (30/11/2025).
 
Di Aceh, selain 47 orang meninggal dunia, tercatat 51 masih hilang serta 8 luka-luka. Jumlah pengungsi mencapai 48.887 kepala keluarga yang tersebar di berbagai wilayah, dengan sebaran tertinggi di Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil.
 
Sementara di Sumbar, masih ada 85 orang hilang, dan 10 mengalami luka-luka. Data sementara menunjukkan, sebanyak 11.820 kepala keluarga atau sekitar 77.918 jiwa mengungsi, terutama di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.
 
Di Sumatera Utara, selain 166 korban meninggal dunia, 143 masih dinyatakan hilang. Dampak terbesar terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.
 
BNPB Terus Cari Korban Hilang

Suharyanto mengatakan, BNPB bersama seluruh unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, dan para relawan terus melakukan penanganan darurat bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
 
Penanganan difokuskan pada pencarian dan pertolongan korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pembukaan akses wilayah terisolir, serta percepatan distribusi logistik, baik melalui darat maupun udara.
 
"BNPB memastikan seluruh upaya penanganan darurat terus dipercepat melalui koordinasi erat dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, TNI, Polri, dan para relawan," katanya.
 
Dia memastikan, percepatan pembukaan akses, pendataan lanjutan korban dan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas utama operasi penanganan bencana di tiga provinsi tersebut.
 
Bencana di Aceh, Sumbar dan Sumut
 
Setelah hujan ekstrem selama beberapa hari, pada 24–26 November 2025, banjir dan longsor melanda sejumlah daerah secara masif.
 
Di Sumut seperti Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan daerah pegunungan serta pesisir merasakan dampak hebat. Banyak desa terendam, jembatan dan jalan penting putus, serta akses komunikasi terputus karena listrik dan jaringan padam.
 
Di Aceh dan Sumbar, situasinya tak kalah parah. Longsor diterjang perbukitan, rumah–rumah di pinggiran sungai terseret, dan banyak penduduk yang tinggal di area rawan dikejutkan oleh kegelapan arus banjir.
 
Infrastruktur vital seperti jembatan, jalan utama, dan jaringan listrik banyak yang rusak atau hilang, membuat proses evakuasi dan penyelamatan semakin sulit.
Sumber : Liputan6.com

Posting Komentar

0 Komentar