Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Organ Pencernaan Bocah 12 Tahun Hilang. Dampak Malapraktik di RS China

 

Organ Pencernaan Bocah 12 Tahun Hilang. Dampak Malapraktik di RS China
Fungsi sistem pencernaan Ilustrasi dibuat AI (©© 2025 Liputan6.com)


MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Kasus kelalaian medis di China timur mengakibatkan seorang anak laki-laki berusia 12 tahun kehilangan hampir seluruh sistem pencernaannya. Anak tersebut kini harus bertahan hidup dengan bantuan nutrisi intravena (IV) setelah dokter menemukan tumor besar di pankreasnya.
 
Xiaoye, yang berusia 10 tahun, dirawat di Rumah Sakit Rakyat Kabupaten Chengwu, Provinsi Shandong, pada 26 Oktober 2023, seperti yang dilaporkan oleh SCMP pada Sabtu (15/11/2025). Sebelumnya, ia mengalami benjolan di perutnya akibat insiden ketika seorang teman sekelas secara tidak sengaja menabraknya di taman bermain sekolah.
 
Selama dua tahun, ibu Xiaoye berusaha mencari pengobatan yang tepat untuk menyembuhkan putranya. Para ahli merekomendasikan untuk melakukan operasi transplantasi, yaitu prosedur laparoskopi yang dilakukan dengan sayatan kecil, seperti yang dilaporkan oleh Red Star News.
 
Namun, saat Xiaoye akan menjalani prosedur tersebut, komplikasi mendadak muncul, mengakibatkan operasi berlangsung selama 14 jam dan berakhir dengan pengangkatan sebagian besar organ pencernaannya.
 
Formulir Palsu
 
Ibu Xiaoye, yang bernama Yue, menceritakan bahwa dokter terus meminta tanda tangan untuk formulir persetujuan selama operasi, hingga ada empat formulir yang ditandatangani. Setelah mengalami masalah pendarahan, dokter menyarankan untuk melakukan laparotomi dan bersikeras mengangkat beberapa organ. Meskipun awalnya tidak merasa curiga terhadap tim medis, kenyataan pahit setelah operasi membuatnya terkejut. Xiaoye kehilangan pankreas, duodenum, bagian usus halus, kantong empedu, serta dua pertiga lambungnya.
 
Kehidupan Xiaoye berubah secara drastis karena ia kini hanya dapat bergantung pada nutrisi intravena. Berat badannya terus menurun, dan kadar bilirubinnya meningkat tajam. Selain itu, perubahan perilaku juga terlihat pada Xiaoye, ia menjadi pendiam dan jarang berbicara, menghabiskan hari-harinya di ranjang rumah sakit.
 
Kesalahan Akhirnya Terungkap
 
Pada bulan Desember 2023, sebuah laporan forensik yang dikeluarkan oleh lembaga independen mengungkapkan bahwa terdapat kesalahan serius dalam perawatan medis di rumah sakit tersebut, yang berakibat pada cedera yang sangat parah. Kesalahan yang fatal ini memicu penyelidikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Chengwu pada bulan Mei, yang menemukan adanya kelalaian dalam prosedur operasi, termasuk kurangnya konsultasi pra-operasi yang memadai dari berbagai departemen terkait.
 
Persetujuan untuk pengangkatan organ dilakukan karena ibunya merasa tertekan dan menghadapi ancaman yang menyatakan bahwa mereka akan dituduh menghalangi perawatan jika menolak tindakan tersebut. Organ yang diangkat mencakup bagian usus halus dan kantong empedu, di mana dua pertiga dari lambung putranya diangkat, menyisakan hanya 50 sentimeter usus besar.
 
Diketahui juga bahwa rumah sakit telah memberikan kompensasi kepada keluarganya sebesar 200.000 yuan (sekitar Rp450 juta), namun jumlah tersebut masih jauh dari cukup untuk menutupi biaya perawatan medis yang diperlukan untuk pemulihan lebih lanjut.
 
Curhat Seorang Ibu
 
Ibunya berjuang keras untuk mendapatkan perawatan medis di kota lain dengan dokter spesialis yang berpengalaman. Meskipun operasi transplantasi dianggap sebagai solusi yang tepat, kemungkinan menemukan organ yang sesuai sangat minim, dan kebutuhan obat-obatan akan menjadi beban finansial yang berat bagi keluarganya.
 
Sang ibu merasa sedih setelah mendengar saran dan dampak yang mungkin terjadi bagi keluarganya. Meskipun demikian, ia tetap bertekad untuk mengungkap kejahatan yang dilakukan oleh pihak medis yang tidak bertanggung jawab.
 
"Kami melakukan segala yang kami bisa untuk menyelamatkannya. Kami ingin mengakses catatan pengawasan bedah untuk mengungkap kebenaran bagi putra saya," ungkapnya.
 
Ketidakpastian yang melanda keluarganya membuatnya hampir putus asa, tetapi di tengah situasi tersebut, Xiaoye mengajukan pertanyaan yang sangat menyentuh hatinya. "Putra saya sering bertanya seperti ini, 'Bu, aku tidak bisa makan atau minum. Apa arti hidup?'"
Sumber : Merdeka.com

Posting Komentar

0 Komentar