Ticker

7/recent/ticker-posts

Rembesan Air di Tanggul Pantai Mutiara, Warga Jakarta Khawatir Banjir Rob

 

Rembesan Air di Tanggul Pantai Mutiara, Warga Jakarta Khawatir Banjir Rob
Kondisi tanggul Pantai Mutiara pada Jumat, 28 November 2025 siang.@Istimewa


MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Kondisi tanggul di kawasan Pantai Mutiara, Jakarta Utara, kembali menjadi sorotan publik setelah video rembesan air laut viral di media sosial.


Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran karena posisi air laut di kawasan tersebut memang telah lebih tinggi dibandingkan daratan, sehingga kerusakan kecil sekalipun dapat memicu banjir rob.
 
Pantauan Beritasatu.com di lokasi pada Jumat (28/11/2025) siang menunjukkan air laut tengah berada pada kondisi surut. Saat surut, rembesan di tanggul tidak tampak jelas, sehingga tidak menggambarkan potensi besar yang mungkin terjadi saat air pasang. Namun, warga mengungkapkan bahwa rembesan serupa bukan pertama kali terjadi.
 
Selama ini, penanganan awal kerap dilakukan secara mandiri oleh warga Pantai Mutiara. Mereka menambal titik-titik tanggul yang rembes menggunakan material seadanya untuk mencegah air laut masuk ke permukiman. Warga berharap penanganan permanen segera dilakukan pemerintah mengingat infrastruktur di wilayah pesisir memiliki risiko tinggi terhadap tekanan air laut.
 
Pemerintah Provinsi Jakarta menyatakan telah memprioritaskan pembangunan tanggul pengaman pantai khususnya pada wilayah padat penduduk. Upaya ini menjadi langkah strategis untuk melindungi masyarakat dari potensi banjir rob serta mencegah kerugian sosial dan ekonomi.


"Hingga saat ini 390 meter tanggul telah selesai dibangun, sementara 530 meter masuk tahap lelang untuk pekerjaan tahun 2025-2027," jelas Dinas SDA melalui akun media sosial resminya, dikutip Beritasatu.com, Jumat (28/11/2025).
 
Sementara itu, Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno juga merespons laporan dugaan kebocoran tanggul di Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara. Ia memastikan Pemprov Jakarta akan menindaklanjuti laporan tersebut sesuai mekanisme yang berlaku.
 
Pemerintah menegaskan, pemantauan kondisi tanggul akan dilakukan secara berkala agar masalah serupa dapat diantisipasi sejak dini.
 
Dengan tekanan air laut yang semakin tinggi akibat perubahan iklim dan penurunan muka tanah di Jakarta Utara, pembangunan dan perbaikan tanggul kini menjadi kebutuhan mendesak. Warga berharap langkah konkret pemerintah dapat memperkuat perlindungan kawasan pesisir agar insiden rembesan tidak terus berulang.
Sumber : Beritasatu.com

 


Posting Komentar

0 Komentar