Alat berat
diturunkan TNI untuk membersihkan kayu sisa bencana di Aceh Utara.@dok. Kodam
Iskandar Muda.
MAJALAHJURNALIS.Com (Aceh Utara) - Puluhan alat berat dikerahkan untuk membersihkan
lautan kayu akibat banjir bandang di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh
Utara. Tumpukan kayu selama ini menutup akses jalan perkampungan sehingga menyulitkan
warga beraktivitas.
"Tumpukan
kayu yang menutupi sejumlah titik khususnya di Dusun Pante Reusip dan Dusun
Pante Seupeng sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Selain menghambat akses
jalan, material tersebut juga berpotensi membahayakan keselamatan warga,
merusak fasilitas umum, serta memperparah risiko banjir susulan apabila tidak
segera ditangani," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Iskandar Muda
Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal kepada wartawan, Minggu (25/1/2026).
Alat berat
dikerahkan untuk melakukan pembersihan sejak Sabtu (24/1) kemarin. Setiba di
lokasi, personel TNI dari Koramil 29/Langkahan Kodim 0103/Aceh Utara bersama
para operator mengangkut, menata, dan membersihkan kayu yang menutupi badan
jalan serta area pemukiman warga.
Proses itu
dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan faktor keselamatan dan kelancaran
arus lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan. Mustafa menyebutkan, pembersihan
dilakukan dengan berbagai jenis alat berat yang bekerja di sejumlah titik.
Pembersihan
disebut melibatkan lintas instansi di antaranya Kementerian Kehutanan, Badan
Nasional Penanggulangan Bencana, Yonzipur 5/ABW, serta dukungan dari anggota
DPR RI dari Partai Gerindra. Perangkat desa setempat juga terlibat aktif dalam
membantu koordinasi serta memberikan imbauan kepada warga agar tidak mendekat
ke area kerja demi menghindari risiko kecelakaan akibat pergerakan alat berat.
"Selain
membersihkan tumpukan kayu yang menutup jalan, kegiatan ini juga bertujuan
untuk memulihkan kembali akses utama yang digunakan masyarakat dalam
menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti ke ladang, ke sekolah, dan ke pusat
perekonomian desa," ujar Mustafa.
Mustafa
menjelaskan, kegiatan itu menegaskan peran TNI tidak hanya sebagai alat
pertahanan negara, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan
dan penanggulangan bencana. Sinergi antara pemerintah pusat, TNI, dan
masyarakat dalam menghadapi dampak banjir disebut menjadi bukti nyata kuatnya
semangat gotong royong sebagai nilai luhur bangsa Indonesia.
"Diharapkan
setelah selesainya proses pembersihan tumpukan kayu tersebut, aliran sungai dan
akses jalan di Desa Geudumbak dapat kembali berfungsi normal, risiko bencana
susulan dapat diminimalisir, serta kehidupan masyarakat setempat berangsur
pulih menuju kondisi yang lebih aman dan nyaman," jelas Mustafa.
Sumber : detikSumut
0 Komentar