Ticker

7/recent/ticker-posts

Desa Sade NTB Diserbu Wisatawan Saat Libur Nataru

 

Desa Sade NTB Diserbu Wisatawan Saat Libur Nataru
Desa Sade di Nusa Tenggara Barat diserbu wisatawan pada libur Nataru.@Beritasatu.com/Awaludin.


MAJALAHJURNALIS.Com (Lombok Tengah)  - Desa wisata adat Sade, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
 
Jumlah pengunjung mencapai seribuan orang per hari, jauh meningkat dibanding hari biasa yang hanya sekitar 200 orang.
 
Kenaikan kunjungan wisatawan berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat lokal. Warga yang membuka jasa penyewaan baju adat tenun khas Sasak merasakan peningkatan pendapatan signifikan.
 
Salah satu pemandu wisata Desa Sade, Salam, mengatakan wisatawan datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan wisatawan mancanegara, terutama dari Australia.
 
“Kalau hari biasa paling 200 orang per hari. Namun, kalau libur Nataru seperti sekarang ini, bisa hampir seribuan orang per hari,” ujar Salam kepada wartawan, Jumat (2/1/2026).
 
Oni, warga setempat yang menyewakan pakaian adat lengkap dengan aksesori mengaku, jumlah penyewa meningkat drastis saat libur Nataru.


Menurunya, pada hari biasa hanya dua hingga tiga pasang pakaian per hari dengan pendapatan Rp 75.000 hingga Rp 100.000. Sedangkan pada libur Nataru bisa mencapai tujuh hingga  10 pasang pakaian per hari dengan pendapatan hingga Rp 300.000.
 
Harga sewa satu set baju lengkap dibanderol Rp 25.000, sementara kain tenun dan sarung khas Lombok dijual mulai Rp 150.000 hingga Rp 200.000 per lembar.
 
Mutiara wisatawan asal Kediri, Jawa Timur, terkesan dengan pengalaman berkunjung ke Desa Sade.
 
“Tempatnya bagus dan unik. Rumah adatnya masih asli, jadi beda dari tempat wisata lain,” ujarnya.
 
Ia mengaku, baru pertama kali berkunjung dan berencana melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di Lombok Tengah, seperti Pantai Kuta Mandalika dan Bukit Merese.
 
Lonjakan kunjungan selama libur Nataru menegaskan, Desa Adat Sade masih menjadi destinasi wisata unggulan di NTB.
 
Tingginya kunjungan wisata tidak hanya memperkuat sektor pariwisata budaya, tetapi juga mendorong perekonomian masyarakat lokal, yang bergantung pada sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.
Sumber : Beritasatu.com

Posting Komentar

0 Komentar