Para pemain Nigeria
berpose sebelum pertandingan semifinal Piala Afrika melawan Maroko di Rabat, Maroko,
Rabu, 14 Januari 2026.@AP/Youssef
Loulidi.
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) -
Nigeria akan memasuki laga perebutan medali perunggu Piala Afrika 2026 dengan
catatan sejarah yang luar biasa saat berhadapan dengan Mesir pada Sabtu
(17/1/2026) di Stade Mohamed V, Casablanca.
Super Eagles tercatat sebagai tim
paling konsisten dalam pertandingan perebutan tempat ketiga, setelah memenangi
seluruh tujuh laga serupa yang pernah mereka jalani sejak 1978.
Pertandingan melawan Mesir kali ini
menjadi kesempatan kedelapan bagi Nigeria untuk memperebutkan posisi ketiga.
Sebelumnya, mereka selalu berhasil meraih kemenangan setiap kali tampil di laga
tersebut, menjadikan rekor mereka tak tertandingi dalam sejarah turnamen.
Secara teknis, Nigeria juga finis di
posisi ketiga pada Piala Afrika 1976 di Etiopia, meskipun saat itu tidak ada
pertandingan perebutan tempat ketiga. Pada edisi tersebut, empat tim
semifinalis, Maroko, Guinea, Nigeria, dan Mesir, bertarung dalam format grup
round-robin untuk menentukan juara. Posisi akhir ditentukan berdasarkan
perolehan poin, dengan Nigeria menempati peringkat ketiga.
Dengan demikian, total delapan medali
perunggu yang dimiliki Nigeria merupakan yang terbanyak dalam sejarah Piala
Afrika, sebuah pencapaian yang belum bisa disamai negara lain.
Mesir juga memiliki tradisi kuat dalam
laga perebutan tempat ketiga, meski mereka terakhir kali tampil di partai
tersebut pada 1984, ketika kalah dari Aljazair di Abidjan. Secara keseluruhan,
Mesir sudah lima kali tampil di laga perebutan medali perunggu dan berhasil
memenangi tiga di antaranya.
Pertandingan perebutan tempat ketiga
pertama kali diperkenalkan pada Piala Afrika 1962 di Ethiopia. Saat itu, tuan
rumah keluar sebagai juara, sedangkan Tunisia finis ketiga. Sejak itu, laga ini
kerap menghadirkan drama dan tensi tinggi.
Beberapa edisi paling berkesan terjadi
pada 1972, ketika Kamerun menghajar Zaire 5-2 di Yaoundé dengan semua gol
tercipta pada babak pertama. Pada 1998, Burkina Faso sempat unggul tiga gol
sebelum akhirnya kalah lewat adu penalti.
Edisi 2021 juga menyajikan duel epik
antara Kamerun dan Burkina Faso yang berakhir imbang sebelum ditentukan lewat
adu penalti. Sementara itu, hanya dua laga perebutan tempat ketiga yang
berakhir tanpa gol, yaitu pada 2015 dan edisi terakhir sebelum turnamen ini.
Dengan rekam jejak impresif dan motivasi
untuk menutup turnamen dengan podium, Nigeria berambisi melanjutkan dominasi
mereka atas Mesir dan menambah koleksi medali perunggu dalam sejarah Piala
Afrika.
Sumber :
Beritasatu.com
0 Komentar