Ticker

7/recent/ticker-posts

Anak-anak Jadi Korban saat Israel Kembali Gempur Gaza

 

Anak-anak Jadi Korban Saat Israel Kembali Gempur Gaza
Kendaraan PBB mengawal ambulans-ambulans dan bus yang membawa pasien-pasien Palestina yang hendak menyeberangi Rafah menuju ke Mesir.@AP Photo/Jehad Alshrafi.


MAJALAHJURNALIS.Com (Gaza City) - Serangan militer Israel yang melibatkan tembakan tank dan rentetan serangan udara menghujani Jalur Gaza pada Rabu (4/2) waktu setempat. Sedikitnya 18 orang, termasuk empat anak-anak, tewas akibat serangan terbaru Israel tersebut.
 
Otoritas Israel juga menghentikan aktivitas evakuasi pasien melalui perlintasan perbatasan Rafah, yang menghubungkan Jalur Gaza dan Mesir, yang baru saja dibuka kembali awal bulan ini setelah nyaris dua tahun ditutup.
 
Militer Israel dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Rabu (4/2/2026), mengatakan bahwa tank-tank menembaki Jalur Gaza dan sejumlah serangan udara dilancarkan setelah seorang pria bersenjata menembaki tentara-tentara Israel, dan membuat seorang tentara cadangan mengalami luka serius.
 
Rentetan serangan Israel itu menargetkan Kota Gaza, kota terbesar di Jalur Gaza, dan kota Khan Younis yang ada di bagian selatan daerah kantong Palestina itu. Serangan-serangan ini terjadi saat gencatan senjata Gaza masih berlangsung.
 
Seorang pejabat kesehatan Gaza mengatakan kepada Reuters bahwa Israel juga menghentikan pergerakan para pasien melalui perlintasan perbatasan Rafah menuju ke Mesir. Penghentian ini dilakukan selang dua hari setelah perlintasan perbatasan itu dibuka kembali.
 
Dibukanya kembali perlintasan perbatasan Rafah telah memungkinkan sejumlah kecil warga Palestina menyeberang untuk pertama kalinya selama berbulan-bulan.


Juru bicara Bulan Sabit Merah mengatakan bahwa para pasien telah tiba di sebuah rumah sakit di Khan Younis untuk bersiap menyeberangi Rafah guna mendapatkan perawatan medis lebih layak, tetapi kemudian mereka diberitahu jika Israel menunda evakuasi.
 
"Mereka menghubungi para pasien dan mengatakan bahwa hari ini tidak ada perjalanan sama sekali, perlintasan ditutup," kata salah satu pasien Palestina yang seharusnya dievakuasi, Raja'a Abu Teir, saat berbicara kepada Reuters di rumah sakit.
 
Beberapa pasien dilaporkan terpaksa menunggu di dalam ambulans setelah mendapat kabar bahwa mereka tidak dapat menyeberangi Rafah.
 
Badan Israel yang mengendalikan akses ke Gaza, COGAT, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu (4/2/2026) bahwa perlintasan perbatasan Rafah tetap dibuka, tetapi mereka belum menerima detail koordinasi yang diperlukan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memfasilitasi perlintasan tersebut.
WHO belum memberikan tanggapan atas hal tersebut.
 
Pembukaan kembali perlintasan perbatasan Rafah menjadi salah satu ketentuan dalam kesepakatan gencatan senjata Gaza yang berlaku sejak Oktober tahun lalu.
Menurut keterangan para petugas medis Gaza kepada Reuters, sebanyak 16 pasien dari Jalur Gaza dan 40 orang pendamping mereka telah menyeberangi Rafah ke Mesir sepanjang Selasa (3/2/2026) waktu setempat.
 
Sumber kepolisian Hamas mengatakan secara terpisah kepada Reuters bahwa sedikitnya 40 orang telah menyeberang ke Mesir pada Selasa (3/2/2026) malam.
Sumber : detiknews

Posting Komentar

0 Komentar