Ticker

7/recent/ticker-posts

Rupiah Bakal Menguat ke Level Rp15.000 per Dolar AS. Inilah Pernyataan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

 

Rupiah Bakal Menguat ke Level Rp15.000 per Dolar AS. Inilah Pernyataan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini Bank Indonesia berpeluang mendorong **Rupiah Menguat** hingga Rp15.000 per dolar AS, didorong fundamental ekonomi yang membaik dan aliran modal asing. (AntaraNews)


MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya terhadap potensi penguatan nilai tukar rupiah. Ia optimis Bank Indonesia (BI) dapat membawa **Rupiah Menguat** hingga mencapai level Rp15.000 per dolar AS. Pernyataan ini disampaikan dalam gelaran Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Jakarta pada Selasa (3/2/2026).
 
Menurut Purbaya, pencapaian level tersebut bukanlah hal yang terlalu sulit jika fundamental ekonomi Indonesia terus diperbaiki secara serius. Perbaikan fundamental ini diharapkan mampu memicu pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Kondisi ini akan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat luas.
 
Keyakinan ini didasari oleh pandangan bahwa pertumbuhan ekonomi yang kuat akan secara otomatis menarik investasi asing langsung (FDI). Aliran modal asing yang masuk ke Indonesia akan menjadi katalisator utama bagi penguatan nilai tukar rupiah.
 
Strategi Penguatan Rupiah Melalui Fundamental Ekonomi
 
Purbaya menjelaskan bahwa peluang untuk mendorong **Rupiah Menguat** sangat terbuka lebar melalui perbaikan fundamental ekonomi yang lebih cepat. Peningkatan fundamental ekonomi akan mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi. Pertumbuhan ekonomi yang kuat adalah kunci untuk menciptakan stabilitas dan daya tarik investasi.
 
Ketika ekonomi tumbuh pesat, masyarakat akan merasakan peningkatan kesejahteraan. Kondisi ini secara alami akan menarik perhatian investor asing. Mereka akan melihat potensi keuntungan besar dari partisipasi dalam pertumbuhan ekonomi nasional yang dinamis.
 
Menteri Keuangan menekankan bahwa kerja keras dalam memperbaiki kondisi ekonomi akan terlihat oleh pasar. Saat ekonomi menunjukkan tanda-tanda perbaikan yang nyata, modal asing akan mulai mengalir masuk. Aliran modal ini akan secara otomatis berkontribusi pada penguatan rupiah.

 
Peran Investasi Asing dalam Stabilitas Rupiah
 
Investasi asing langsung (FDI) menjadi faktor krusial dalam mendukung **Rupiah Menguat**. Ketika investor asing melihat prospek cerah di Indonesia, mereka akan berinvestasi. Masuknya FDI ini akan meningkatkan pasokan dolar AS di pasar domestik, sehingga menekan nilai tukar dolar.
 
Purbaya menegaskan bahwa investor asing selalu mencari peluang untuk mendapatkan keuntungan.
 
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Indonesia menawarkan peluang tersebut. Ini menciptakan siklus positif di mana pertumbuhan menarik investasi, dan investasi selanjutnya mendukung pertumbuhan serta stabilitas mata uang.
 
Kondisi saat ini, menurut Purbaya, tidak mencerminkan fundamental perekonomian Indonesia yang sebenarnya. Ia percaya bahwa dengan perbaikan yang terus-menerus, nilai tukar rupiah akan bergerak menuju level yang lebih mencerminkan kekuatan ekonomi nasional.
 
Mitigasi Risiko dan Peran Komite Stabilitas Sistem Keuangan
 
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyangsikan bahwa kondisi rupiah saat ini akan memicu krisis seperti yang terjadi pada tahun 1997-1998. Hal ini karena otoritas terkait bergerak secara selaras untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
 
 Sinergi antar lembaga menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas. KSSK beranggotakan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Purbaya, sebagai Ketua KSSK, akan memimpin rapat untuk memitigasi dampak jika dolar AS menguat.
 
Saat ini, level nilai tukar rupiah dianggap belum mencapai titik yang berpotensi menimbulkan kekacauan ekonomi. Pemerintah dan bank sentral berupaya menjaga rupiah tetap di bawah Rp17.000 per dolar AS. Level ideal yang sejalan dengan asumsi APBN adalah sekitar Rp16.500 per dolar AS, dan BI diyakini memiliki kemampuan untuk mengendalikan hal tersebut.
Sumber: AntaraNews

Posting Komentar

0 Komentar