Ibu Kota Nusantara
(IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.@Beritasatu.com/Ricki Putra Harahap.
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) -
Otorita Ibu Kota Nusantara menargetkan nol persen kemiskinan di kawasan Ibu
Kota Nusantara (IKN) pada 2035 melalui penguatan ekosistem digital usaha mikro,
kecil, dan menengah (UMKM). Upaya tersebut dilakukan di wilayah IKN yang berada
di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.
Direktur Pemberdayaan Masyarakat
Otorita IKN, Conrita Ermanto, mengatakan berbagai program telah dijalankan
untuk mendukung target pembangunan IKN, termasuk pengembangan usaha masyarakat
di wilayah Sepaku dan sekitarnya.
“Sejumlah kegiatan dan program
dilakukan untuk mendukung target pembangunan IKN, termasuk sasaran nol persen
kemiskinan pada 2035,” ujar Conrita Ermanto, Minggu (8/2/2026).
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama
adalah penguatan ekosistem digital UMKM yang mencakup fasilitasi penjualan
daring, promosi usaha, penyaluran insentif, serta pelaksanaan berbagai program pelatihan.
Otorita IKN, lanjut dia, berkomitmen
mendorong pemberdayaan UMKM agar dapat berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi
wilayah penyangga dan pembangunan IKN. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi
dengan Bank Indonesia.
Kolaborasi Otorita IKN dan Bank
Indonesia diwujudkan antara lain melalui lokakarya literasi keuangan digital
serta edukasi legalitas produk UMKM. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan di
Kecamatan Samboja dan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kedua kecamatan tersebut merupakan
wilayah delineasi IKN yang memiliki peran strategis sebagai daerah penyangga,
dengan cakupan 13 desa dan kelurahan di Kecamatan Samboja serta 10 desa dan
kelurahan di Kecamatan Samboja Barat.
Sebanyak 60 pelaku UMKM dari Kecamatan
Samboja dan 60 pelaku UMKM dari Kecamatan Samboja Barat dibekali pemahaman
mengenai manajemen keuangan berbasis digital serta edukasi legalitas usaha.
Pembekalan ini ditujukan agar UMKM dapat dikelola secara lebih akuntabel, profesional,
dan berdaya saing.
“Kegiatan itu untuk memperkuat
kapasitas dan daya saing UMKM lokal agar mampu tumbuh berkelanjutan seiring pembangunan
IKN,” tambah Conrita.
Ia berharap para pelaku UMKM yang
telah mengikuti program tersebut dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan
yang diperoleh untuk mengembangkan usaha secara lebih maju dan kompetitif,
sehingga mampu berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan
IKN dan wilayah sekitarnya.
Sumber : Beritasatu.com
0 Komentar