Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Untuk Capai Nol Kemiskinan, Otorita IKN Dorong UMKM Digital

 

Untuk Capai Nol Kemiskinan, Otorita IKN Dorong UMKM Digital
Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.@Beritasatu.com/Ricki Putra Harahap.


MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Otorita Ibu Kota Nusantara menargetkan nol persen kemiskinan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 2035 melalui penguatan ekosistem digital usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya tersebut dilakukan di wilayah IKN yang berada di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.
 
Direktur Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Conrita Ermanto, mengatakan berbagai program telah dijalankan untuk mendukung target pembangunan IKN, termasuk pengembangan usaha masyarakat di wilayah Sepaku dan sekitarnya.


“Sejumlah kegiatan dan program dilakukan untuk mendukung target pembangunan IKN, termasuk sasaran nol persen kemiskinan pada 2035,” ujar Conrita Ermanto, Minggu (8/2/2026).


Ia menjelaskan, salah satu fokus utama adalah penguatan ekosistem digital UMKM yang mencakup fasilitasi penjualan daring, promosi usaha, penyaluran insentif, serta pelaksanaan berbagai program pelatihan.


Otorita IKN, lanjut dia, berkomitmen mendorong pemberdayaan UMKM agar dapat berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi wilayah penyangga dan pembangunan IKN. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia.


Kolaborasi Otorita IKN dan Bank Indonesia diwujudkan antara lain melalui lokakarya literasi keuangan digital serta edukasi legalitas produk UMKM. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan di Kecamatan Samboja dan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara.


Kedua kecamatan tersebut merupakan wilayah delineasi IKN yang memiliki peran strategis sebagai daerah penyangga, dengan cakupan 13 desa dan kelurahan di Kecamatan Samboja serta 10 desa dan kelurahan di Kecamatan Samboja Barat.


Sebanyak 60 pelaku UMKM dari Kecamatan Samboja dan 60 pelaku UMKM dari Kecamatan Samboja Barat dibekali pemahaman mengenai manajemen keuangan berbasis digital serta edukasi legalitas usaha. Pembekalan ini ditujukan agar UMKM dapat dikelola secara lebih akuntabel, profesional, dan berdaya saing.


“Kegiatan itu untuk memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM lokal agar mampu tumbuh berkelanjutan seiring pembangunan IKN,” tambah Conrita.


Ia berharap para pelaku UMKM yang telah mengikuti program tersebut dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha secara lebih maju dan kompetitif, sehingga mampu berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan IKN dan wilayah sekitarnya.

Sumber : Beritasatu.com

Posting Komentar

0 Komentar