Menteri Lingkungan
Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Jumhur Hidayat dalam
acara Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/5).@CNN Indonesia/Endrapta
Ibrahim Pramudhiaz.
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) – Siapa yang tak kenal dengan Jumhur Hidayat, beliau
adalah Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPSI),
Serikat Buruh
dan Pekerja se-Indonesia sangat mengenal beliau. Ia selalu berteriak, orasi
didepan gedung-gedung pemerintahan, dijalanan saat menuntut keadilan terhadap hak-hak
pekerja dan masa depan para buruh.
Diera
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sosok Jumhur Hidayat diangkat menjadi
kekuatan didalam kabinet Merah Putih. Beliau diangkat menjadi Menteri
Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Jumhur
Hidayat mengungkap pesan Presiden RI Prabowo Subianto saat memintanya masuk ke
dalam kabinet pemerintahannya.
Ia menyebut pesan pertama yang
disampaikan adalah larangan untuk melakukan korupsi selama menjabat. Hal yang
kedua adalah urus segera soal tata kelola sampah di Indonesia.
"Yang pasti ya, jangan korupsi!
Itu pasti. Itu yang paling awal. Enggak boleh korupsi," kata Jumhur di
Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2026).
Selain itu, Jumhur mengungkap Prabowo
juga menaruh perhatian besar terhadap persoalan sampah yang menjadi isu
mendesak di berbagai daerah.
Ia menjelaskan salah satu solusi yang
didorong adalah pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy/WTE). Namun,
menurutnya, tidak semua daerah menggunakan pendekatan tersebut.
Jumhur mencontohkan kunjungannya ke
Banyumas di Jawa Tengah beberapa waktu lalu bersama Prabowo. Daerah itu disebut
mampu menerapkan teknologi memproduksi bahan bakar alternatif dari pengolahan
sampah (Refuse Derived Fuel/RDF), bukan WTE.
Menurut dia, teknologi WTE umumnya
membutuhkan investasi besar hingga triliunan rupiah dan baru akan dikembangkan
di sekitar 36 wilayah aglomerasi.
Sementara itu, daerah lain tetap perlu
solusi jangka pendek tanpa harus menunggu proyek besar tersebut rampung.
"Itu (WtE) bisa jadi baru selesai
2-3 tahun gitu kan. Masa kita mau nunggu? Kalau kita ternyata bisa ada cara
yang lebih untuk menanti itu, kenapa tidak kita welcome? Kita enggak menunggu
itu," ujar Jumhur.
Masih
Menjabat di
Serikat Buruh
Di sisi lain, Jumhur juga menyinggung
posisinya yang masih aktif sebagai Ketua Umum di Konfederasi Serikat Pekerja
Indonesia (KSPSI).
Ia memastikan tidak ada konflik
kepentingan karena aktivitas tersebut dilakukan di luar jam kerja sebagai
menteri.
"Masih dong (jadi ketua umum
KSPSI). Itu kan enggak ada urusan, itu kan civil society. Pergerakan. Enggak
ada conflict of interest. Itu kan organisasi kayak ketua RW. Enggak apa-apa
juga jadi menteri," ucap Jumhur.
"(Fokus) saya 100 persen di
Kementerian Lingkungan Hidup. Saya enggak boleh diganggu di jam kerja dan hari
kerja, tapi di luar kerja itu hak saya mau ngapain saja boleh," jelasnya.
Presiden Prabowo Subianto melantik
Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH) pada Senin (27/4/2026). Jumhur menggantikan
Hanif Faisol yang kini ditugaskan Prabowo sebagai Wakil Menteri Koordinator
Bidang Pangan.
Sumber : MJ/CNN
Indonesia
0 Komentar