Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Dulu Kampung BERSINAR, Kini Sarang Sabu, Rumah Al-Qur’an Ar-Rahmah di Desa Rantau Panjang, Resah

 

Dulu Kampung BERSINAR, Kini Sarang Sabu, Rumah Al-Qur’an Ar-Rahmah di Desa Rantau Panjang, Resah
Gambar Tangkap Layar.@Medsos.

MAJALAHJURNALIS.Com (Deliserdang) – Dulu disyahkan Petinggi Provinsi Sumatera Utara menjadi Kampung BERSINAR (Bersih dari Narkoba) kini Desa Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang viral di media sosial jadi sarang narkoba jenis sabu.
 
Hal itu terjadi tepatnya dilokasi yang menjadi sorotan publik berada di Dusun II, di samping Rumah Al-Qur’an Ar-Rahmah.
 
Bandar Sabu dan pengecernya terkesan kebal hukum, barang haran duijual seperti memasarkan kacang goring.
 
Warga resah, pihak APH (Aparat Penegak Hukum) hanya mampu jadi penonton. Keresahan warga bertahun-tahun hanya kamuflase saja. Aktivitas transaksi sabu berlangsung terang-terangan di sekitar lingkungan Pendidikan Agama Islam untuk anak-anak, Selasa (12/5/2026).
 
Tempat pengajian, disekitarnya jadi tempat sarang peredaran sabu. Dikhawatirkan berdampak buruk terhadap anak-anak serta lingkungan sekitarnya.


 
“Sudah sangat meresahkan bang, anak-anak tiap hari mengaji di situ, tapi diduga ada transaksi garam cina di dekat lokasi,” ujar seorang wanita didalam video yang viral tersebut dikutip wartawan.
 
Menanggapi keresahan masyarakat, Kepala Desa Rantau Panjang bersama perangkat desa dikabarkan langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari warga.
 
Pemerintah Desa Rantau Panjang disebut telah melakukan respons awal guna menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
 
Warga kini berharap APH segera turun tangan melakukan penyelidikan serta penindakan tegas apabila dugaan tersebut terbukti benar. Bukan hanya sebatas merespon saja.
 
“Harapan masyarakat tentu ada tindakan cepat dari aparat. Diharap dilakukan secara terukur, agar ada efek jera. Jangan sampai lingkungan anak-anak tercemar aktivitas narkoba. Padahal sebelumnya, Beberapa tahun lalu Desa Rantau Panjang disebut-sebut Desa BERSINAR. Nyatanya isapan jempol belaka”. ungkap warga berhasdil dihimpun awak media. (red)

Posting Komentar

0 Komentar