MAJALAHJURNALIS.Com (Medan) –Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (DPW
PPMI) Provinsi Sumatera Utara, Herman Saragih, menyerukan kepada seluruh
pekerja agar berani menggunakan hak konstitusionalnya dengan bergabung dalam
serikat pekerja. Menurutnya, serikat bukan hanya wadah
perjuangan hak, tetapi juga rumah besar bagi silaturahmi dan solidaritas
antarpekerja. “Berserikat adalah hak yang dijamin
undang-undang. Melalui serikat, kita bisa saling mendukung, memperjuangkan hak,
dan membela kepentingan bersama,” tegas Herman. Ajakan ini hadir ditengah realitas
dunia kerja yang semakin kompleks: ancaman PHK, tuntutan upah layak, jaminan
sosial yang belum merata, serta lemahnya perlindungan kerja. Dalam kondisi tersebut, serikat
pekerja dipandang sebagai benteng penting untuk memperkuat suara pekerja,
memperjuangkan kesejahteraan, dan menjadi saluran komunikasi lintas
sektor. Fungsi Serikat Pekerja :
Perlindungan
hak: Menjamin hak normatif pekerja seperti upah layak, jam kerja manusiawi,
jaminan sosial, dan perlindungan dari PHK sepihak.
Perjuangan
kesejahteraan: Meningkatkan taraf hidup pekerja dan keluarganya melalui
negosiasi tunjangan, fasilitas kesehatan, dan program kesejahteraan.
Kekuatan
tawar kolektif: Memperkuat posisi pekerja dalam perundingan Perjanjian Kerja
Bersama (PKB).
Advokasi
hukum: Memberikan pendampingan hukum ketika terjadi perselisihan atau
pelanggaran hak.
Solidaritas
dan kebersamaan: Menjadi ruang silaturahmi, berbagi pengalaman, dan saling
menguatkan antarpekerja lintas sektor.
PPMI Sumut menekankan bahwa bergabung
dalam serikat bukan sekadar langkah memperjuangkan hak, melainkan juga
membangun kebersamaan. “Serikat adalah rumah besar bagi
pekerja. Di sini kita bisa berbagi, saling menguatkan, dan bersama-sama
memperjuangkan masa depan yang lebih baik,” tambah Herman. Dengan seruan ini, DPW PPMI Sumut
berharap semakin banyak pekerja di Sumatera Utara yang berani bersuara melalui
serikat, sehingga solidaritas pekerja semakin kokoh dalam menghadapi tantangan
dunia kerja yang penuh ketidakpastian. (HS)
0 Komentar