Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Ngeri Ah, Viral Gegara Jalan Rusak di Tapsel, Wanita Hamil Ditandu 7 Jam ke Rumah Sakit

 

Ngeri Ah, Viral Gegara Jalan Rusak di Tapsel, Wanita Hamil Ditandu 7 Jam ke Rumah Sakit
Gambar tangkap Layar, warga menggotong wanita hamil menuju rumah sakit karena jalan rusak parah di Kabupaten Tapsel.@dok. Warga bernama Samsul Bahri.


Jaringan listrik PLN juga disebut belum menyentuh permukiman warga di sana. Penerangan tenaga surya yang ada pun disebut sudah banyak rusak, sehingga perlu perhatian pemerintah setempat


MAJALAHJURNALIS.Com (Tapsel) - Satu video bernarasi wanita hamil di Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Na Tolu, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), terpaksa ditandu selama 7 jam perjalanan menuju rumah sakit viral di media sosial. Wanita itu dibawa untuk menjalani operasi karena bayi diduga meninggal dunia dalam kandungan.
 
Dalam video yang dilihat, Senin (11/5/2026), warga meletakkan wanita itu di dalam kain kemudian ditandu menggunakan sebatang bambu. Belasan warga secara bergantian menggotong wanita itu melewati jalan di pegunungan.
 
Mantri Desa, Samsul Bahri Sihombing, yang sempat mengecek kondisi wanita hamil itu pun menceritakan peristiwa itu. Warga membawa wanita hamil itu ke
rumah sakit di ibukota Kabupaten Tapsel, Sipirok.
 
Samsul awalnya diminta warga untuk mengecek kondisi wanita hamil itu. Dia pun berangkat pada Jumat (8/5/2026) sore dan tiba pukul 20.00 WIB dengan berjalan kaki.
 
"Kan saya dapat telepon itu, makanya Jumat itu, sore berangkat ke sana tiba saya sampai di sana habis salat Isya, kira-kira jam 8 malam. Ternyata saya cek, menurut amat saya tadi, bayi yang di dalam petut itu di kandungan ibu itu telah meninggal," kata Samsul Bahri Sihombing saat dihubungi, Senin (11/5/2026).
 
Ia pun menyarankan agar dibawa ke rumah sakit di Sipirok untuk dilakukan operasi. Warga kemudian berangkat pada Sabtu (9/5) pagi dengan menggotong wanita hamil itu jalan kaki sejauh sekitar 30 kilometer menuju Hasahatan, Kecamatan dipotong untuk mendapatkan mobil menuju rumah sakit.
 
"Makanya saya anjurkan pada hari Sabtu tanggal 9, dibawa ke rumah sakit. Makanya dibawa, digotong lah, ditandu, rame-rame. Sekitar perjalanan 7 jam menempuh 30 kilometerl ah biar sampai ke Dusun Hasahatan, Kecamatan Sipirok, biar dapat mobil," jelasnya.
 
Rombongan itu kemudian tiba di rumah sakit pada Sabtu (9/5/2026) sore sehingga operasi dilaksanakan keesokan harinya. Setelah operasi, wanita hamil selamat, sedangkan bayi dalam kandungan meninggal dunia.


"Sampai di rumah sakit karena berhubungan sudah sore, operasinya berlangsung hari Minggu, tanggal 10. Operasinya berjalan, ternyata ibu itu sehat, ternyata bayinya itu sudah meninggal," ucapnya.
 
Lebih lanjut, Samsul menjelaskan jika kondisi akses ke sejumlah dusun di wilayah itu tidak terakses pembangunan. Peristiwa seperti yang dialami wanita hamil bernama Tuti Daulay ini bukan kali pertama.
 
"Dari dusun yang lain, Dusun itu kan orang itu satu desa tiga dusun. Pambongol itu, sudah dua kali kejadian kayak gitu juga, digotong menuju Kecamatan Arse. Itu pun sekitar 7 jam lah diperjalanan itu," ujarnya.
 
Samsul merupakan mantri desa kerap membantu warga ketika sakit dan dia dihubungi warga sehingga langsung mendatangi lokasi. Ia mengungkapkan jika sebelumnya ada bidan ditugaskan di sana, namun memilih pindah.
 
"Bidan pun sudah pernah ditugaskan di sana, nggak tahan orang itu, ngurus pindah dia," ungkapnya.
 
Jaringan listrik PLN juga disebut belum menyentuh permukiman warga di sana. Penerangan tenaga surya yang ada pun disebut sudah banyak rusak, sehingga perlu perhatian pemerintah setempat.
 
"Ada penerangan di situ tenaga surya, karena usianya sudah lama, sudah banyak yang rusaklah, nggak layak dipakai lagi. itulah butuh perhatian pemerintah, apa tenaga surya lagi dipasang yang baru, atau kincir," tuturnya.
Sumber : detiksumut

Posting Komentar

0 Komentar