Gambar tangkap
Layar, warga menggotong wanita hamil menuju rumah
sakit karena jalan rusak parah di Kabupaten Tapsel.@dok. Warga bernama
Samsul Bahri.
Jaringan
listrik PLN juga disebut belum menyentuh permukiman warga di sana. Penerangan
tenaga surya yang ada pun disebut sudah banyak rusak, sehingga perlu perhatian
pemerintah setempat
MAJALAHJURNALIS.Com (Tapsel) -
Satu video bernarasi wanita hamil di Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Na Tolu,
Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), terpaksa ditandu selama 7
jam perjalanan menuju rumah sakit viral di media sosial. Wanita itu dibawa
untuk menjalani operasi karena bayi diduga meninggal dunia dalam kandungan.
Dalam video yang dilihat, Senin
(11/5/2026), warga meletakkan wanita itu di dalam kain kemudian ditandu
menggunakan sebatang bambu. Belasan warga secara bergantian menggotong wanita
itu melewati jalan di pegunungan.
Mantri Desa, Samsul Bahri Sihombing,
yang sempat mengecek kondisi wanita hamil itu pun menceritakan peristiwa itu. Warga
membawa wanita hamil itu ke
rumah sakit di ibukota Kabupaten
Tapsel, Sipirok.
Samsul awalnya diminta warga untuk
mengecek kondisi wanita hamil itu. Dia pun berangkat pada Jumat (8/5/2026) sore dan tiba
pukul 20.00 WIB dengan berjalan kaki.
"Kan saya dapat telepon itu,
makanya Jumat itu, sore berangkat ke sana tiba saya sampai di sana habis salat
Isya, kira-kira jam 8 malam. Ternyata saya cek, menurut amat saya tadi, bayi
yang di dalam petut itu di kandungan ibu itu telah meninggal," kata Samsul
Bahri Sihombing saat dihubungi, Senin (11/5/2026).
Ia pun menyarankan agar dibawa ke
rumah sakit di Sipirok untuk dilakukan operasi. Warga kemudian berangkat pada
Sabtu (9/5) pagi dengan menggotong wanita hamil itu jalan kaki sejauh sekitar
30 kilometer menuju Hasahatan, Kecamatan dipotong untuk mendapatkan mobil menuju
rumah sakit.
"Makanya saya anjurkan pada hari
Sabtu tanggal 9, dibawa ke rumah sakit. Makanya dibawa, digotong lah, ditandu,
rame-rame. Sekitar perjalanan 7 jam menempuh 30 kilometerl ah biar sampai ke
Dusun Hasahatan, Kecamatan Sipirok, biar dapat mobil," jelasnya.
Rombongan itu kemudian tiba di rumah
sakit pada Sabtu (9/5/2026)
sore sehingga operasi dilaksanakan keesokan harinya. Setelah operasi, wanita
hamil selamat, sedangkan bayi dalam kandungan meninggal dunia.
"Sampai di rumah sakit karena
berhubungan sudah sore, operasinya berlangsung hari Minggu, tanggal 10.
Operasinya berjalan, ternyata ibu itu sehat, ternyata bayinya itu sudah
meninggal," ucapnya.
Lebih lanjut, Samsul menjelaskan jika
kondisi akses ke sejumlah dusun di wilayah itu tidak terakses pembangunan.
Peristiwa seperti yang dialami wanita hamil bernama Tuti Daulay ini bukan kali
pertama.
"Dari dusun yang lain, Dusun itu
kan orang itu satu desa tiga dusun. Pambongol itu, sudah dua kali kejadian
kayak gitu juga, digotong menuju Kecamatan Arse. Itu pun sekitar 7 jam lah
diperjalanan itu," ujarnya.
Samsul merupakan mantri desa kerap
membantu warga ketika sakit dan dia dihubungi warga sehingga langsung
mendatangi lokasi. Ia mengungkapkan jika sebelumnya ada bidan ditugaskan di
sana, namun memilih pindah.
"Bidan pun sudah pernah
ditugaskan di sana, nggak tahan orang itu, ngurus pindah dia," ungkapnya.
Jaringan listrik PLN juga disebut
belum menyentuh permukiman warga di sana. Penerangan tenaga surya yang ada pun
disebut sudah banyak rusak, sehingga perlu perhatian pemerintah setempat.
"Ada penerangan di situ tenaga
surya, karena usianya sudah lama, sudah banyak yang rusaklah, nggak layak
dipakai lagi. itulah butuh perhatian pemerintah, apa tenaga surya lagi dipasang
yang baru, atau kincir," tuturnya.
Sumber : detiksumut
0 Komentar