Banjir di Kabupaten Asahan
ANTARA/HO-Pusdalops Sumut
MAJALAHJURNALIS.Com (Medan) -
Dua wilayah di Sumatra Utara (Sumut), yakni Kabupaten Asahan dan Kota Binjai
sedang diterjang bencana banjir. Banjir di Kabupaten Asahan terjadi pada 11 Mei
2026, sedangkan di Kota Binjai terjadi pada 14 Mei 2026.
Kepala Bidang Penanganan Darurat,
Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Sri
Wahyuni Pancasilawati mengatakan laporan tersebut merupakan data yang diterima
Pusdalops PB Sumut.
"Berdasarkan laporan korban luka,
pengungsi dan meninggal dunia nihil banjir di Asahan. Sedangkan di Kota Binjai
masih dilakukan pendataan," ujarnya, dilansir dari Antara, Jumat (15/5/2026).
Yuyun, sapaan akrabnya, mengatakan
berbagai upaya penanganan atas kejadian bencana tersebut telah dilakukan kedua
pemerintah setempat dan sejumlah pemangku kebijakan terkait.
Selain itu, kata dia, Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut juga melakukan koordinasi dalam hal
penanganan bencana di lokasi terdampak.
Pusat Pengendalian Operasi
Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumut mendata banjir di Asahan melanda
Kecamatan Tinggi Raja dan Kecamatan Sei Dadap. Sementara banjir di Kota Binjai
tengah dilakukan pendataan.
Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya
135 kepala keluarga (KK), 110 rumah, dan 532 jiwa terdampak banjir di Kabupaten
Asahan.
Kecamatan Tinggi Raja merupakan
wilayah paling parah dengan 500 jiwa dari 120 Kepala Keluarga (KK) dan 100
rumah terdampak. Sedangkan Kecamatan Sei Dadap tercatat 32 jiwa dari 10 KK dan
20 rumah terdampak.
Selain itu, satu tempat ibadah dan
satu fasilitas umum yakni puskesmas juga terdampak bencana alam tersebut.
Sumber : Metro
TV
0 Komentar