Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Viral Wartawan Diculik Diduga Oknum Aparat Kayak Teroris Gegara Beritakan Praktik Kondesat dan Perjudian Ilegal di Langkat

 

Viral Wartawan Diculik Diduga Oknum Aparat Kayak Teroris Gegara Beritakan Praktik Kondesat dan Perjudian Ilegal di Langkat
Gambar tangkap layar dikutip dari laman TRIBRATA TV.@Grub Berita Indonesia 2026

MAJALAHJURNALIS.Com (Medan) – Video CCTV dugaan penculikan Seorang wartawan inisial SP di Kota Medan, Sumatera Utara beredar luas di kalangan Jurnalis dan Media Sosial.
 
2 pria berbadan tegap dari sebuah cafe. Terekam kamera CCTV berdurasi 35 detik Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 20.25 WIB.
 
Pada video itu korban sedang duduk sendiri, lalu tiba-tiba seorang pria berbadan tegap sambil merokok, memakai baju kaos oblong warna lampu hijau, celana jeans biru mendekati korban. Seketika pria itu langsung mengambil handphone (HP) sambil memegang erat tangan korban.
 
Kemudian datang lagi seorang pria lain, diduga sudah lebih awal tiba dan duduk menunggu di meja sebelah berjarak kurang lebih 7 meter dari meja korban, dengan gerak cepat ia berdiri kemudian mendekati korban langsung memegang tangan korban, lalu kedua pria tersebut menggiring korban sambil kedua tangannya dipegang bak seperti menangkap pelaku teroris keluar menuju mobil diduga telah disiapkan para pelaku.

 
“Benar bang, saya diculik dan dibawa ke dalam mobil yang sudah menunggu, tiga orang mereka dalam mobil dan berempat bersama saya. Aku di intimidasi gara-gara pemberitaan di mediaku,” kata SP  dikutip dari TRIBRATA TV, Kamis (14/5/2025).
 
Ia mengatakan, dirinya menjadi korban dugaan penculikan oleh oknum anggota TNI, setelah menayangkan pemberitaan tentang praktik kondesat dan perjud1an ilegal jenis ketangkasan meja tembak ikan di Kabupaten Langkat.
 
Namun, setelah ia dibawa ke tempat lain kawasan Pancing Medan, situasi berubah mencekam ketika korban melihat sosok pria berbaju loreng mirip seragam TNI diduga ikut menekan dirinya.
 
Dalam kondisi ketakutan dan penuh intimidasi saat itu, SP tidak dapat berbuat banyak selain menuruti serta mengikuti permintaan para oknum aparat tersebut.
 
“Saya ditekan untuk membuat video klarifikasi bahwa berita yang saya tayangkan tidak benar,” ujarnya. (red)

Posting Komentar

0 Komentar