Ketua Umum Association of Indonesian
Energy, Mineral, and Coal Suppliers (Aspebindo) Anggawira pada acara The Forum
bertajuk Stabilitas & Keberanian di Tengah Ketidakpastian Global di Hotel
Mulia, Jakarta, Selasa 26 Mei 2026.@Beritasatu Photo/Joanito De Saojoao.
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta)
- Pemerintah dinilai perlu hadir memberikan kepastian
regulasi bagi dunia usaha di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar
Amerika Serikat (AS).
Ketua Umum Association of Indonesian
Energy, Mineral, and Coal Suppliers (Aspebindo) Anggawira mengatakan, dunia
usaha akan sulit beradaptasi apabila regulasi terus berubah tanpa kepastian
yang jelas.
“Saya melihat memang dari kita dunia
usaha sebenarnya yang terpenting itu adalah kepastian regulasi,” ujar Anggawira
dalam diskusi The Forum bertajuk Stabilitas & Keberanian di Tengah
Ketidakpastian Global di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Menurut dia, tantangan lain yang
dihadapi pelaku usaha adalah komunikasi pemerintah yang kerap belum final
sehingga memunculkan kekhawatiran di kalangan dunia usaha.
Karena itu, ia menilai pemerintah
perlu membangun komunikasi internal yang lebih solid agar kebijakan yang
disampaikan benar-benar memberikan kepastian.
Anggawira juga menyoroti kondisi nilai
tukar rupiah yang terus mengalami tekanan meski sejumlah indikator ekonomi makro
masih terlihat cukup baik.
“Kalau kita lihat ya mungkin data-data
makro fine, cuma faktanya kan yang kita lihat ya nilai kurs naik terus,”
katanya.
Ia menilai tren pelemahan rupiah
menjadi beban berat bagi dunia usaha karena menciptakan ketidakpastian dalam perencanaan
bisnis dan investasi.
Menurut Anggawira, pemerintah perlu
memberikan keyakinan kepada pelaku usaha melalui kebijakan yang transparan dan
terukur.
“Kalau memang mau melakukan efisiensi
ya di mana yang harus dilakukan efisiensi dan dialihkannya ke mana itu juga
harus clear,” ujarnya.
Ia mencontohkan wacana efisiensi
anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya perlu dijelaskan
secara terbuka kepada publik dan pelaku usaha.
“Seperti mungkin kemarin ada speak up
untuk misalnya mengefisiensikan program MBG gitu berapa. Nah ini untuk
dialihkan ke mana itu juga menurut saya perlu ya supaya kita juga dari dunia
usaha punya sinyal,” kata Anggawira.
Selain itu, Anggawira juga
mengingatkan pentingnya penempatan sumber daya manusia yang tepat dalam
pemerintahan agar kebijakan yang telah dirancang dapat berjalan optimal.
Menurut dia, kebijakan yang baik tidak
akan efektif apabila dijalankan oleh pihak yang tidak tepat.
“Ini kan membuat kita worry juga,”
pungkasnya.
Sumber : Beritasatu.com
0 Komentar