HIPAKAD'63 Sumut menyatakan akan melakukan pemantauan dan pengumpulan informasi terhadap berbagai dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang berusaha menunggangi aksi-aksi massa demi kepentingan yang tidak berpihak kepada rakyat
MAJALAHJURNALIS.Com (Medan)
– Dalam Siaran Pers-nya, Ketua HIPAKAD'63 Sumatera Utara,
Edi Susanto, A.Md, menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat di muka
umum merupakan hak konstitusional setiap warga Negara, Medan (19/6/2026). Namun kebebasan tersebut tidak boleh
disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu yang mencoba menunggangi aspirasi
rakyat demi kepentingan politik, kelompok, maupun agenda yang berpotensi
mengganggu stabilitas nasional. Menurut Edi Susanto, mahasiswa adalah
aset bangsa, agen perubahan dan generasi penerus yang harus dihormati. Oleh
karena itu, HIPAKAD'63 Sumut mengingatkan agar semangat idealisme mahasiswa
tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang ingin menciptakan kegaduhan, memecah
belah persatuan nasional, serta mengadu domba sesama anak bangsa. "Kami menghormati adik-adik
mahasiswa yang menyampaikan aspirasi secara damai dan bermartabat. Namun kami
mengingatkan, jangan sampai gerakan mahasiswa disusupi oleh pihak-pihak yang
memiliki kepentingan tersembunyi. Jangan jadikan mahasiswa sebagai tameng untuk
agenda-agenda yang tidak sejalan dengan kepentingan bangsa dan negara,"
tegas Edi. HIPAKAD'63 Sumut menilai bahwa saat
ini bangsa Indonesia membutuhkan persatuan, stabilitas dan dukungan seluruh
elemen masyarakat agar program-program pembangunan nasional dapat berjalan
dengan baik di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden
Gibran Rakabuming Raka. "Kami tegaskan, HIPAKAD 63 Sumut
berdiri tegak bersama pemerintahan yang sah hasil pilihan rakyat. Kami siap
pasang badan di garis terdepan untuk mengawal, menjaga, dan membela jalannya
pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming
Raka hingga akhir masa jabatan tahun 2029."
"Kami tidak akan tinggal diam
apabila ada pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan ruang demokrasi untuk
menciptakan instabilitas nasional, memecah persatuan rakyat, ataupun mengganggu
jalannya pemerintahan yang sah. Demokrasi harus dijalankan dengan etika,
tanggung jawab, dan semangat kebangsaan, bukan dengan provokasi serta
upaya-upaya yang dapat merugikan bangsa." Lebih lanjut, HIPAKAD'63 Sumut
menyatakan akan melakukan pemantauan dan pengumpulan informasi terhadap
berbagai dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang berusaha menunggangi aksi-aksi
massa demi kepentingan yang tidak berpihak kepada rakyat. "Jika terdapat pihak yang sengaja
memanfaatkan momentum penyampaian aspirasi untuk kepentingan pribadi, kelompok,
maupun agenda yang berpotensi merusak persatuan bangsa, maka kami akan
mendorong agar hal tersebut diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Negara tidak boleh kalah oleh provokasi dan kepentingan segelintir orang." Edi Susanto juga mengajak seluruh
elemen bangsa untuk menjaga persaudaraan nasional dan tidak mudah terhasut oleh
narasi yang dapat memecah belah masyarakat. "TNI, Polri, mahasiswa, pemuda,
tokoh masyarakat dan seluruh rakyat Indonesia adalah putra-putri terbaik bangsa
yang lahir dari rahim Ibu Pertiwi. Jangan benturkan kami satu sama lain. Mari
kita jaga Indonesia dengan semangat persatuan, gotong-royong, dan cinta tanah
air." "Merah Putih terlalu mahal untuk
dipertaruhkan demi kepentingan segelintir orang. HIPAKAD'63 Sumut akan tetap
berdiri tegak bersama rakyat, bersama NKRI dan bersama pemerintahan yang sah
demi Indonesia yang kuat, berdaulat, dan bermartabat", tutup Edi. (TN)
0 Komentar