Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Mungkinkah Perasan Daun Kelor Bisa Buat Kita Teler?

 

Mungkinkah Perasan Daun Kelor Bisa Buat Kita Teler?
Ilustrasi. Perasan daun kelor belakangan disebut-sebut bisa membuat seseorang merasa teler, melayang, atau seperti mabuk setelah diminum.@istockphoto/fcafotodigital.

MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Perasan daun kelor belakangan disebut-sebut bisa membuat seseorang merasa teler, melayang, atau seperti mabuk setelah diminum.
 
Klaim ini dibicarakan karena daun kelor selama ini lebih dikenal sebagai tanaman herbal bernutrisi, bukan sebagai bahan yang memberi efek seperti zat psikoaktif.
 
Sebagian orang mengaku merasa pusing, lemas, mengantuk, atau tubuh terasa ringan setelah mengonsumsinya, terutama dalam bentuk perasan yang pekat. Lantas, benarkah daun kelor memang memiliki efek seperti itu?
 
Sejumlah penelitian memang menemukan daun kelor mengandung berbagai senyawa bioaktif yang dapat memengaruhi tubuh dalam kondisi tertentu. Meski demikian, hingga kini belum ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan daun kelor bekerja seperti zat halusinogen atau narkotika.
 
Melansir penelitian Qualitative Identification of Alkaloid Compounds in Moringa oleifera Leaf Extract dari Universitas Jambi, ekstrak daun kelor diketahui positif mengandung alkaloid.
 
Alkaloid sendiri merupakan kelompok senyawa bioaktif pada berbagai tanaman yang dapat memengaruhi sistem saraf, denyut jantung, hingga tekanan darah.
 
Dalam penelitian tersebut tidak disebutkan bahwa daun kelor dapat menyebabkan mabuk atau halusinasi seperti narkoba.

 
Tak hanya alkaloid, mengutip studi tentang kandungannya, daun kelor juga diketahui mengandung flavonoid, tannin, saponin, dan senyawa fenolik. Senyawa-senyawa ini memiliki efek biologis terhadap tubuh, terutama bila dikonsumsi dalam bentuk ekstrak pekat atau dosis besar.
 
Dalam sejumlah penelitian pada hewan, daun kelor memiliki efek farmakologis seperti antihipertensi, antidiabetik, antiinflamasi, hingga efek sedatif ringan.
 
Karena itu, sensasi 'teler' yang dirasakan oleh sebagian orang kemungkinan lebih berkaitan dengan respons tubuh terhadap senyawa tersebut, seperti:
  • Penurunan tekanan darah,
  • Gula darah yang turun,
  • Efek rileks atau sedatif ringan,
  • Respons tubuh terhadap kandungan bioaktif daun kelor.
 
Dalam kondisi tertentu, misalnya saat diminum dalam bentuk ekstrak pekat, dikonsumsi saat perut kosong, atau pada orang yang sensitif, penurunan gula darah dapat memicu gejala seperti lemas, pusing, gemetar, mengantuk, hingga terasa seperti fly atau melayang.Karena itu, reaksi setiap orang bisa berbeda tergantung kondisi tubuh, dosis, dan cara konsumsinya.
 
Jika setelah mengonsumsi perasan atau ekstrak daun kelor muncul gejala berat seperti linglung, muntah, jantung berdebar, sesak, atau penurunan kesadaran, kondisi tersebut tidak dianggap normal dan sebaiknya segera diperiksakan ke tenaga medis.
 
Pada akhirnya, yang perlu diperhatikan bukan hanya jenis tanamannya, tetapi juga jumlah konsumsi, bentuk olahan, dan kondisi tubuh masing-masing.
Sumber : CNN Indonesia

Posting Komentar

0 Komentar