Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Program MBG Tetap Berjalan meski Kepala BGN Diganti

 

Program MBG Tetap Berjalan meski Kepala BGN Diganti
Ilustrasi makan bergizi gratis (MBG).@Beritasatu.com/Chandra Adi Nurwidya

MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan normal meski Presiden Prabowo Subianto mengganti pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Pemerintah menegaskan pergantian kepemimpinan tidak akan mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
 
“Pemerintah sekali lagi menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu komitmen kita di dalam menjalankan program MBG yang dilaksanakan oleh BGN,” kata Prasetyo di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026).
 
Dalam susunan kepemimpinan terbaru, Nanik S Deyang ditunjuk sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana. Sementara posisi wakil kepala kini diisi Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono menggantikan Lodewijk Paulus serta Sony Sanjaya.
 
Prasetyo mengatakan, pemerintah akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG. Namun, proses evaluasi tersebut dipastikan tidak menghambat pelayanan maupun distribusi program kepada masyarakat.


“Pemerintah akan terus memastikan bahwa selama proses evaluasi yang terus kita laksanakan seluruh program BGN tetap berjalan sebagaimana mestinya. Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu sama sekali dan setiap unit kerja di lingkungan BGN diharapkan tetap menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing,” ujarnya.
 
Menurutnya, pergantian pimpinan merupakan bagian dari upaya memperkuat kelembagaan BGN agar pelaksanaan program berjalan lebih optimal. Pemerintah juga meminta jajaran pimpinan baru segera melakukan konsolidasi internal.
 
“Kepada tiga pimpinan BGN yang baru, kami berharap untuk dapat segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota, serta memastikan seluruh program BGN dapat tetap berjalan dengan sebaik-baiknya,” katanya.
 
Prasetyo menegaskan, program MBG memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
 
“Sebagai bagian dari investasi pendidikan dan sumber daya manusia kita dan sekaligus sebagai pengenjawantahan manifesto kemanusiaan, pengenjawantahan manifesto keberpihakan dan tentunya kita berharap program ini dapat menjadi alat penggerak ekonomi nasional,” tutupnya.
Sumber : Beritasatu.com

Posting Komentar

0 Komentar