Viral…Aksi Nekat Ketua BEM UGM Dobrak Rapat Kapolda DIY dan DPR Tuntut Bebaskan Teman.
Gambar tangkap layar.@BEM UGM

MAJALAHJURNALIS.Com (Jogya) - Tahukah Kamu?, NASIONAL - Aksi super berani baru saja ditunjukkan oleh Ketua BEM KM UGM Tiyo Ardianto. Di tengah forum resmi yang dihadiri Kapolda DIY dan jajaran Komisi III DPR RI ia nekat berdiri sambil membentangkan poster bertuliskan Bebaskan Kawan Kami. Aksinya ini sukses membuat seisi ruangan terdiam dan langsung menjadi sorotan tajam publik.
 
Aksi protes ini bukan tanpa alasan. Tiyo menyuarakan kekecewaan mendalam atas nasib kawan kawannya yang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka saat aksi unjuk rasa kebebasan berpendapat.
 
Protes Keras Penangkapan Mahasiswa
 
Dalam orasinya yang lantang Tiyo menyoroti penahanan delapan rekannya di Jakarta dan beberapa kawan lainnya di Semarang pasca aksi massa baru baru ini. Ia merasa penegakan hukum saat ini justru menjadi alat represi untuk membungkam suara kritis mahasiswa.


Kritik Tajam Untuk Komisi III DPR
 
Tidak hanya menuntut pembebasan ia juga langsung menembak jajaran Komisi III DPR yang hadir di ruangan. Tiyo mengkritik keras sikap diam para wakil rakyat tersebut terhadap tindakan represif aparat yang terus berulang tanpa ada teguran atau evaluasi serius.

 
Diwarnai Pengusiran Paksa
 
Aksi berani ini harus berakhir dengan ketegangan saat Tiyo akhirnya dihampiri dan dipaksa keluar ruangan oleh petugas keamanan. Meski sempat diwarnai aksi saling dorong pesan protesnya sudah terlanjur bergema dan menampar wajah para petinggi hukum di ruangan tersebut.
 
Berujung Dialog Lanjutan
 
Menariknya usai insiden menegangkan itu pihak Komisi III DPR RI akhirnya merespons dan bersedia menerima perwakilan BEM UGM untuk berdialog lebih lanjut. Pertemuan lanjutan ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk menyampaikan tuntutan mereka secara lebih komprehensif dan menagih janji para wakil rakyat.
 
Momen ini kembali membuktikan bahwa taring pergerakan mahasiswa belum sepenuhnya tumpul. Keberanian menyuarakan kebenaran langsung di depan wajah para penguasa adalah wujud nyata dari demokrasi yang masih bernapas.
Sumber : BEM UGM