Pasukan
Koops TNI Habema saat menjalani pemeriksaan kesiapan sebelum mengevakuasi warga
sipil korban OPM di Papua Pegunungan.@Antara/Pen Koops Habema.
MAJALAHJURNALIS.Com (Intan Jaya) - Aparat keamanan menindak seorang anggota Tentara Pembebasan
Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) yang diduga terlibat
dalam sejumlah aksi penembakan terhadap pekerja sipil, aparat keamanan, hingga
intimidasi terhadap warga di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Operasi pengamanan berlangsung di Kampung Mamba, Distrik Sugapa,
pada Selasa (30/6/2026) malam. Berdasarkan keterangan aparat, insiden bermula
ketika personel TNI mendeteksi empat orang yang bergerak secara
sembunyi-sembunyi menuju pos pengamanan. Setelah diberikan peringatan, kelompok
tersebut disebut melakukan perlawanan dengan melepaskan tembakan sehingga
terjadi kontak senjata.
"Dengan mempertimbangkan faktor keamanan, penyisiran tidak
dilakukan pada malam itu. Keesokan harinya, tim gabungan Koops TNI Habema
melaksanakan penyisiran sesuai prosedur dan menemukan satu jenazah laki-laki
beserta sebuah parang," ujar Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf
Wirya Arthadiguna pada Jumat (3/7/2026).
Berdasarkan pencocokan ciri fisik, dokumentasi, dan informasi
yang dimiliki aparat, jenazah tersebut diidentifikasi sebagai Okto Tigau.
Aparat menyebut yang bersangkutan merupakan Wakil Komandan Operasi Batalyon
Metua Kodap VIII/Intan Jaya TPNPB-OPM.
"Yang bersangkutan terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan
di Intan Jaya, antara lain penembakan terhadap aparat keamanan, penembakan
pekerja sipil, penyiksaan warga, serta berbagai aksi intimidasi terhadap
masyarakat," kata Wirya.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah diserahkan kepada
tokoh adat setempat untuk dimakamkan sesuai ketentuan adat yang berlaku.
Koops TNI Habema juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga
yang ditinggalkan dan berharap konflik bersenjata di Papua tidak terus
berulang.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada
keluarga yang ditinggalkan. Besar harapan kami agar peristiwa seperti ini tidak
terus berulang sehingga masyarakat Papua dapat hidup dalam suasana yang aman,
damai, dan penuh harapan," tutur Wirya.
Aparat menegaskan akan terus mengedepankan langkah profesional,
terukur, dan sesuai prosedur hukum dalam menjaga keamanan serta melindungi
masyarakat sipil di Papua.
Menurut aparat, penindakan terhadap anggota kelompok bersenjata
yang diduga terlibat aksi kekerasan diharapkan dapat mempersempit ruang gerak
kelompok tersebut sekaligus meningkatkan rasa aman bagi masyarakat.
Sumber : Beritasatu.com
0 Komentar