Febiona
Purba, siswi SMK di Karo, Sumatera Utara yang diduga mengalami gangguan ingatan
setelah menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) di sekolahnya.@Tangkapan layar
media sosial/TikTok @whoami.
MAJALAHJURNALIS.Com (Karo) – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming, menyampaikan
permohonan maaf kepada orang tua siswa yang menjadi korban dugaan keracunan
makanan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Ia memastikan
pemerintah bertanggung jawab penuh terhadap para siswa yang terdampak.
Umum (RSU) Efarina, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Jumat
(11/9/2026). Gibran didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution saat
menemui sejumlah siswa yang masih menjalani perawatan dan orang tua mereka.
"Kami terbang ke sini untuk memastikan semuanya ditangani
dengan baik, saya minta maaf ya ibu ya. Saya minta maaf,” kata Gibran.
Gibran juga memastikan pemerintah akan menanggung seluruh biaya
pengobatan siswa selama menjalani perawatan di rumah sakit. Ia meminta para
orang tua tidak memaksakan anak mereka kembali ke sekolah sebelum kondisi
kesehatan benar-benar pulih.
"Anak-anak jangan dipaksakan masuk sekolah dahulu kalau
belum benar-benar sembuh ya, bapak ibu ya," tambahnya.
Sebelumnya, Gibran mengunjungi Febiona Purba (16), siswi SMK
Negeri 1 Berastagi yang diduga mengalami hilang ingatan setelah menyantap MBG
di sekolah. Gibran menyampaikan rencana untuk merujuk Febiona ke rumah sakit di
Jakarta agar mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Hingga Jumat (11/9/2026) siang, sebanyak 21 siswa masih
menjalani perawatan di RSU Efarina, Kabupaten Karo, akibat dugaan keracunan
setelah mengonsumsi MBG.
Agnesia dan Febiona Korban Keracunan MBG Kini Dirawat
di RSCM
Agnesia Paruliana br Silitonga,dan Febiona Purba, akhirnya telah
dibawa ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Keduanya
kini telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr
Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Agnesia dan Febiona dibawa ke Jakarta atas permintaan Wakil
Presiden Gibran Rakabuming baru-baru ini setelah Gibran menjenguk langsung
kedua siswi tersebut di Kabupaten Karo, Jumat (11/9/2026).
Pemindahan kedua korban dilakukan sebagai upaya memastikan mereka
mendapatkan penanganan medis lebih lanjut setelah diduga mengalami gangguan
kesehatan, termasuk gangguan ingatan akibat makanan dalam program MBG.
Selain itu, Gibran juga menyatakan, pemerintah akan menanggung
seluruh biaya pengobatan para siswa sehingga keluarga pasien tidak perlu
mengkhawatirkan persoalan pembiayaan.
Sumber : Beritasatu.com
0 Komentar