Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Jalan di Blok 5 Tanjung Leidong seperti ‘Kubangan Kerbau’ Tak Kunjung diperbaiki

 

Jalan Lintas di Blok 5 Tanjung Leidong layaknya seperti kubangan kerbau dan kalau hujan turun seperti bubur belum juga mendapat perhatian serius dari pemerintah.

MAJALAHJURNALIS.Com (Labura) – Jalan  di Blok 5 Kelurahan Tanjung Leidong Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara tak kunjung juga diperbaiki.

Sesuai diberitakan Majalahjurnalis.com sebelumnya, Selasa (14/9/2021), bahwa kendaraan dan pejalan kaki sangat susah melintas dijalan itu dikarenakan tanahnya lentur dan lembek seperti bubur.

Kasihan juga anak-anak yang pergi dan pulang sekolah terkadang anak sekolah itu terpeleset kotor dan malu ke sekolah.

Lokasi jalan hancur seperti kubangan kerbau itu berada disekitaran blok 5 berkisar 10 meteran panjangnya.

Walaupun telah diberitakan, namun belum juga menjadi perhatian pemerintah dan pihak pengusaha setempat.

Padahal selama ini truk pihak pengusaha yang kerapkali melintasi jalan tersebut untuk mengangkut hasil pertanian maupun perikanan.

Tamba warga setempat saat ditemui Majalahjurnalis.com mengatakan, saya heran, sampai saat ini belum juga ada tanda-tanda perbaikan maupun perhatian dari pihak pemerintah setempat.

Jika tidak ada upaya untuk memperbaikinya, tentunya transportasi akan putus karena dibeberapa titik sepanjang jalan itu sudah sangat sulit dilewati kendaraan karena kondisi jalan sudah sama seperti sawah yang sudah bisa ditanami padi.

Setiap pagi anak-anak sekolah yang berdomisili di Daerah Sei Puyuh dan sekitarnya harus bermandi lumpur bahkan tidak jadi bersekolah karena terjatuh dikubangan lumpur itu.

“Warga saat ini menunggu perbaikan jalan dari pemerintah, masyarakat setempat sangat mengharapkan peran Pemerintah Kelurahan maupun Kecamatan Kualuh Leidong untuk berbuat dengan memberdayakan potensi yang ada seperti kepedulian pengusaha Kilang Padi SG, PT. Indofood, PKS (Pabrik Kelapa  Sawit) dan para Toke (berduit) Sawit yang kerap sekali selalu menggunakan jalan tersebut serta Jasa angkutan Valentino, Lee Kwang maupun pihak pengusaha lainnya,” terang Tamba mengakhiri.

Sementara itu menurut Gumbri Hasibuan Lurah Tanjung Leidong saat ditemui Majalahjurnalis.com dirumahnya menjelaskan, sebenarnya beberapa waktu yang lalu ada warga Dusun Blok 5 datang menemui saya dan mereka mengatakan ada rencana mau memperbaiki jalan itu, tapi caranya yakni dengan pengutipan dana kepada pengguna jalan yang melintasi jalan tersebut dengan terlebihdahulu membuat palang.

Menyinggung biaya perbaikan jalan? Mereka siap mendahulukannya. Dan yang dikutip hanya untuk kendaraan roda 4 ke atas.

Akan tetapi yang menjadi masalahnya, apakah hal itu diperbolehkan atau tidak, sebab itu adalah jalan lintas dan saya belum tahu tentang kepastian hukumnya.

Untuk itu saya akan pertanyakan terlebidahulu kepada atasan saya, nanti hasilnya akan saya sampaikan, ucap Lurah menjelaskan kepada Majalahjurnalis.com, perkataan itu diucapkannya saat bertemu dengan warga yang mendatanginya.

Ketika Majalahjurnalis.com memberikan solusi yakni tentang meminta bantuan kepada pihak perusahaan- yang ada di Kelurahan Tanjung Leidong.

Ia menjawab, “Bisa-bisa saja! Namun kita tidak bisa tentukan berapa nilainya dan jika hal ini kita bicarakan sama pihak pengusaha mungkin mereka respon.”

Memang beberapa bulan lalu masyarakat sudah pernah mengajukan permohonan kepada pihak PKS (Pabrik Kelapa Sawit), namun apakah sudah diajukan atau belum kita pun tidak tau. Pada saat itu Saya mendukung permohonan mereka dan telah saya tandatangani.

“Sebenarnya pihak perusahaan wajar-wajar saja untuk membantu dalam perbaikan jalan karena hasil pertanian dan perkebunan masyarakat Dusun Blok 5 dan sekitarnya semuanya dijual kepada pihak perusahaan yang ada di kelurahan dan kecamatan Kualuh Leidong,” ucap Lurah dan berencana akan membicarakan masalah ini kepada Camat Kualuh Leidong.

Menindaklanjuti soal jalan itu, Ditempat terpisah Majalahjurnalis.com mendatangi kantor Camat, Arifin, S.Pd selaku Camat  Kualuh Leidong mengatakan, sebenarnya pengusaha itu sudah berperan sejak lama dan untuk perbaikan saat ini sudah agak parah. Dan sudah kita himbau kepada pihak perusahaan. Mereka pun sudah angkat tangan dengan alasan karena tidak bisa membawa batu dari Tanjung Balai karena stok batu di PKS sudah habis.

Pada dasarnya pihak pengusaha sangat  memperhatikan kondisi Jalan Lintas Blok 5 itu, namun berhubung belum bisa memasukkan batu karena mobil truk tidak bisa melintas dengan kondisi jalan yang begitu rusak, sama hal dengan jalan lintas yang berlobang disekitaran Dusun Blok 8 Desa Pangkalan Lunang, itupun belum ditimbun dengan batu karena memang stok batu benar-benar sudah tidak ada  di PKS, ucap Arifin mengakhiri.

Reporter : Amin Hsb

Post a Comment

0 Comments