Pembalap Repsol Honda Team
MotoGP Marc Marquez mempersiapkan diri turun ke lintasan saat hari pertama tes
pramusim MotoGP 2022 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok
Tengah, NTB. ANTARA FOTO/Andika Wahyu
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Juara
dunia enam kali MotoGP Marc
Marquez mengakui pemulihannya dari cedera mata pada akhir musim lalu lebih
sulit apabila dibandingkan dengan cedera yang sama pada 2011. Pembalap Repsol
Honda itu terpaksa melewatkan dua putaran terakhir tahun 2021 dan absen tiga
bulan karena mengalami gegar otak dan masalah penglihatan ganda.
Marquez mengalami cedera yang sama pada musim dingin 2011 saat ia terjatuh
saat akhir pekan Moto2 Malaysia. Matanya mengalami kerusakan akibat lontaran
kerikil.
Marquez diizinkan untuk kembali ke motor MotoGP saat tes pramusim Februari
lalu. Menurut dia, cedera lengan tangan sebelah kanan pada tahun 2020
membantunya dalam pemulihan cedera matanya. "Kali ini bagi saya, yang
terakhir selalu lebih sulit karena saya tahu apa yang akan terjadi ke
depan," kata Marquez dikutip dari Motorsport.
"Pertama kali pada tahun 2011, ketika saya bangun dan membuka mata,
saya selalu bertanya apakah hari ini adalah yang lebih baik. Tapi kali ini,
ketika dokter memberi tahu saya bahwa saya memiliki masalah yang sama, rasanya
seperti deja vu dan kemudian saya menyerah untuk
bertanya-tanya kapan saya akan lebih baik," ujar pembalap asal Spanyol
tersebut.
Marquez meneruskan, "Saya menyerah dan tidak menentukan waktu pasti
untuk kembali. Rasanya saya menyerah dan waktu akan menjawab semuanya. Tetapi,
ketika penglihatan menjadi lebih baik, Anda mulai melihat bulan Februari dan
balapan pertama semakin dekat, Anda mulai memiliki perasaan cemas."
Marquez pun melewati masa pemulihannya dengan sabar. Kini, ia bersiap untuk
menghadapi seri perdana di Sirkuit Losail MotoGP Qatar akhir pekan ini.
"Operasi ini memakan waktu tiga bulan dan pengalaman cedera sebelumnya di
tangan kanan banyak membantu saya menghadapi cedera terakhir ini."
Fabio Quartararo Waspadai 4 Pembalap
Honda
Juara bertahan MotoGP Fabio Quartararo mengatakan bahwa tim pabrikan Honda
menjadi tim yang mengambil langkah terbesar sejak MotoGP 2022. Ia melihat
perkembangan signifikan tim Honda berdasarkan tes pramusim di Sirkuit Mandalika
pada Februari lalu.
Menurut dia, permukaan trek yang kotor di Mandalika membuatnya lebih sulit
untuk memprediksi siapa yang akan menjadi yang terkuat di seri pembuka musim
MotoGP Qatar akhir pekan ini. "Jika Anda memeriksa semua pebalap Honda,
kecepatannya luar biasa," kata Quartararo dikutip dari Crash.
RC213V menduduki puncak catatan waktu di Mandalika. Pol Espargaro menjadi
yang tercepat di dalam daftar pembalap pada hari terakhir tes MotoGP Mandalika.
Adapun Takaaki Nakagami dan Alex Marquez dari LCR Honda berhasil membuat
manuver yang hampir seimbang dengan tim pabrikannya.
“Bagi saya, Pol adalah yang tercepat atau cukup dekat. Marc super cepat,
Alex juga super cepat, Taka membuat simulasi balapan yang sangat hebat. Jadi
keempat pembalap Honda sangat cepat. Anda bisa melihat motornya bekerja dengan
cara yang berbeda,” ujar pembalap asal Prancis tersebut.
Quartararo sadar betul Honda akan menjadi rival terkuat pada musim ini
meskipu Ducati mendominasi catatan kecepatan tertinggi di MotoGP Indonesia.
Daya untuk mencapai kecepatan tertinggi adalah kebutuhan Quartararo. Namun, ia
memilih untuk tidak berharap apapun dari Yamaha.
"Selama tiga bulan, kami belum menerima sesuatu yang istimewa. Dalam
dua minggu, saya tidak akan mengharapkan sesuatu yang luar biasa. Namun, saya
merasa siap seratus persen," kata Quartararo.
Joan Mir Siap Perpanjang Kontrak di Suzuki
Joan Mir membantah seluruh kabar kepindahannya dari Suzuki Ecstar ke
sejumlah tim menjelang gelaran MotoGP 2022. Ia memastikan tidak ada negosiasi
dengan tim manapun di balap motor kelas utama tersebut.
“Rumor tentang saya dapat tawaran dari tim lain sepenuhnya salah. Saya tak
menerima tawaran karena kami tak bernegosiasi dengan siapa pun,” katanya
dikutip dari Motorsport.
Mir berambisi kembali meraih gelar juara dunia MotoGP bersama Suzuki. Oleh
karena itu, ia meminta tim untuk meningkatkan performa motor barunya. Selain
berterima kasih karena Suzuki mau mewujudkan permintannya, ia juga siap menekan
kontrak baru bersama tim asal Jepang tersebut.
"Saya fokus memulai musim 2022 dengan baik karena tujuanku adalah
menjadi juara dunia lagi bersama Suzuki. Seperti yang saya katakan pada tes
pramusim, saya ingin melihat bagaimana kinerja motor baru dan apa yang terjadi
dengan posisi manajer tim sebelum berpikir kontrak baru.”
“Saya melihat Suzuki telah melakukan usaha yang sangat bagus untuk
mewujudkan permintaan kami. Sekarang, prioritas saya adalah menandatangani
kontrak baru. Perwakilan saya akan bertemu dengan Livio Suppo dan Shinichi
Sahara untuk menegosiasikan detailnya," ujar pembalap asal Spanyol yang
menjadi juara dunia MotoGP 2020.
Berkaca dari hasil tespramusim di Sepang dan Mandalika, Suzuki menunjukkan
peningkatan besar yang membuat Joan Mir makin percaya diri menggeber motor
GSX-RR. Namun, juara Moto3 2017 belum bisa memperlihatkan kekuatan motornya
hingga balapan pertama MotoGP 2022 di Qatar.
“Pada musim dingin kali ini saya bekerja dengan bagus dan melihat diri
sendiri siap untuk memperjuangkan gelar. Suzuki juga berhasil meningkatkan
kinerja motor, baik mesin maupun aspek lainnya. Saya memiliki perasaan yang
kuat dapat tampil kompetitif sejak awal musim," ucap Joan Mir.
0 Komentar