MAJALAHJURNALIS.Com (Deli Serdang) - Deli Serdang
merupakan kabupaten yang mengelilingi Kota Medan yang memiliki luas wilayah
sekitar 2.497.72 hektar. Dengan luas wilayah tersebut, Deli Serdang memiliki
topografi mulai dari pantai hingga pengunungan.
Dengan topografi yang kompleks tersebut, Deli
Serdang memiliki potensi wisata yang mempuni untuk dikembangkan menjadi
destinasi wisata. Mulai dari kekayaan alamnya, budaya, sejarah, kuliner, hingga
etnis yang mendiami kabupaten tersebut.
Salah satunya adalah destinasi desa wisata. Di
Deli Serdang, terdapat beberapa desa wisata yang dikelola baik secara pribadi
maupun oleh desa.
Berikut 5 rekomendasi desa wisata yang berada di
Deli Serdang yang cocok untuk kamu kunjungi bersama keluarga:
1. Desa Wisata Selemak
 |
| Foto: Desa Wisata Selemak (Istimewa) |
Lokasi wisata ini terletak di Desa Selemak,
Hamparan Perak. Lokasi tersebut berjarak sekitar 26 km dari pusat Kota Medan
jika kamu menempuhnya dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan
umum.
Objek-objek wisata di Desa Selemak, ada yang
dikelola secara pribadi, ada juga yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa
(Bumdes). Terdiri dari beberapa wisata buatan dengan memadukan potensi alamnya.
Terdapat wahana air, outbound, pacuan kuda, dan ada juga tempat bersantai untuk
keluarga maupun teman.
2. Desa Wisata Penen
.jpeg) |
| Foto: Desa Wisata Penen (Istimewa) |
Lokasi Desa Penen berada di Kecamatan
Sibiru-biru, sekitar 1,5 jam perjalanan dari Kota Medan menggunakan kendaraan
pribadi. Kamu bisa juga naik kendaraan umum, namun sedikit lebih memakan waktu,
sekitar 2 jam perjalanan.
Yang menjadi daya tarik dari desa wisata Penen
adalah, pemandian air panas. Pemandian air panas yang terdapat di Desa Penen
terdapat di beberapa titik, bahkan ada spot mandi air panas yang dikelilingi
oleh batuan vulkanik yang bikin kamu betah mandi berlama-lama. Kamu juga bisa
menikmati hamparan rumput luas dengan latar pengunungan yang sangat memikat
mata.
3. Agrowisata Paloh Naga
Foto: Desa Wisata Penen (Istimewa)
Agrowisata Paloh Naga, terletak di Desa Denai
Lama, Kecamatan Pantai Labu. Dari Medan, kamu hanya membutuhkan waktu sekitar
1,5 jam perjalanan. Lokasi ini juga tidak jauh dari Bandara Kualanamu lho.
Objek wisata ini menawarkan keindahan alam yang
bikin kamu lupa waktu. Hamparan sawah yang sangat luas, terbentang untuk bisa
kamu nikmati. Dibatasi dengan petak-petak membuat mata tak jemu-jemu untuk
menatap berlama-lama. Selain itu , pengunjung dapat melihat sunrise dengan
cantik.
Diresmikan Desember 2018, Agrowisata Paloh Naga
terus melakukan pembenahan, untuk meningkatkan dan memberikan kesan yang lebih
untuk pengunjung. Nantinya area sawah akan semakin dilengkapi dengan berbagai
fasilitas. Seperti camping area, lodge, cafe hingga tracking area.
4. Desa Wisata Simempar
Desa Simempar Foto: Istimewa
Lokasi wisata ini terletak di Desa Simempar,
Kecamatan Gunung Meriah, desa ini berjarak sekitar 81 km dari Kota Medan.
namun, untuk menuju lokasi objek wisatanya, kalian harus menempuh sekitar 2 jam
lebih perjalanan kaki dari desa pemukiman penduduk.
Objek wisata ini sangat cocok bagi kamu yang
masih energik untuk melakukan tracking membelah hutan, dengan rute yang cukup
curam. Namun, lelah mu akan terbayarkan dengan keindahan air terjun 4 tingkat
dengan air berwarna hijau toska. Dinginnya air dan suasana hutan yang tenang,
pasti membuat ingin menikmati waktu lebih lama di sana. Tapi tenang, di lokasi
tersebut kamu bisa berkemah kok.
5. Desa Wisata Liang Pematang
Wisata ini terletak di Desa Liang Pematang,
Kecamatan Sinembah Tanjung Muda (STM) Hulu. Lokasi desa ini berjarak sekitar 64
km dari Kota Medan. Desa Liang Pematang merupakan dataran tinggi, yang berada
sangat dekat dengan Kabupaten Karo.
Di desa ini, kamu dapat menikmati tiga wisata
sekaligus, mulai dari sejarah, alam, maupun agrowisata. Terdapat tugu juang 45
di desa ini sebagai tanda bahwa desa ini menjadi tempat persinggahan para
pejuang kemerdekaan yang melakukan perjalanan dari Medan menuju Karo dahulu.
Kamu bisa menikmati agrowisata dengan tanaman
bawang merah di desa ini yang terpampang luas, bawang merah menjadi sumber
pencaharian masyarakat yang menjanjikan. Terdapat juga sungai dengan air yang
sangat jernih dan tentunya dingin, yang bisa menyegarkan kembali badan setelah
menikmati agrowisata maupun kisah sejarah di desa tersebut.
Sumber : detiksumut
0 Komentar