Ilustrasi
gambar wanita saat berlari. ©Depositphoto.
MAJALAHJURNALIS.Com - Salah satu olahraga yang paling mudah
untuk mulai dilakukan tanpa menggunakan alat adalah berlari. Walau begitu,
untuk membuat olahraga ini mulai bisa dilakukan secara rutin terutama oleh
pemula, ada hal yang harus dipertimbangkan.
Berlari dengan nyaman tanpa memaksakan
diri dan menjaga kecepatan merupakan salah satu kunci yang bisa diterapkan
kalangan pemula yang ingin menjajal olahraga atletik itu, menurut pelatih dan
pelari senior Hendri Pardede.
"Untuk pelari pemula sebenarnya
lari nyaman saja. Lari nyaman itu artinya jangan terlalu dipaksakan nafasnya.
Jadi lari jogging aja. Running with your own pace. Itu yang paling
penting," kata Hendri beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.
"Karena beda. Pelari rekreasional
sama pelari atlet itu beda. Walaupun kita berkompetisi, tapi kita harus menjaga
safety kita. Kita harus tahu bagaimana tubuh kita. Jadi, pesan saya selalu
running with your own pace, dan kedua listen your body. Jadi kalau sudah merasa
tubuh mulai engap, mungkin bisa menurunkan kecepatan berlari," tambahnya.
Lebih lanjut, Hendri menjelaskan bahwa
kesalahan yang umumnya dilakukan pelari pemula saat lomba lari adalah memulai
dengan kecepatan penuh. Hal tersebut justru dapat membuat tubuh lebih cepat
kehilangan tenaga.
"Jadi pelan-pelan dulu baru
mempercepat. Tubuh itu sebenarnya kayak mesin diesel. Pelan-pelan dulu,
tubuhnya sudah mulai panas, menambah kecepatannya pelan-pelan. Itu mungkin tips
untuk para pelari pemula. Jangan ngebut di awal, tapi di tengah-tengah mogok,"
jelas Hendri.
"Biasanya pelari pemula gitu.
Karena animo adrenalinnya start-nya kan banyak ya. Jadi cepat langsung larinya.
Tapi di tengah-tengah jadinya malah mogok. Akhirnya di garis finish cuma bisa
jalan kaki," lanjutnya.
Perlunya Persiapan
Sebelum berlomba, Hendri mengatakan
bahwa mempersiapkan energi juga perlu untuk dilakukan. Hendri menyarankan para
pelari untuk mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks 2 hari
sebelum perlombaan.
Untuk menghitung jumlah karbohidrat
yang dibutuhkan oleh tubuh, pelari dapat menghitung 0,1 dikalikan dengan berat
badan. Jumlah tersebut adalah jumlah ideal karbohidrat yang dibutuhkan oleh
tubuh agar bisa mendapatkan energi yang optimal saat berlari.
"Sebelum race, seperti biasanya
perbanyak karbohidrat kompleks. Bisa berupa ubi, kentang, pokoknya jenis-jenis
karbohidrat kompleks untuk kita makan sejak H-2 perlombaan. Untuk cadangan
glikogennya. Karena saat kita berlari, kita membutuhkan energi," ungkap Hendri.
Lebih lanjut, Hendri mengatakan bahwa
energi yang diperoleh tidak hanya berasal dari konsumsi gula saja namun juga
dari minuman isotonik. Walau begitu, dalam lari jarak jauh, butuh cadangan
energi yang tak cukup diperoleh dari kedua hal itu saja.
"Besarannya bukan
sebanyak-banyaknya tapi 0,1 dikali berat badan. Jadi kalau beratnya 70 kg,
berarti karbo loadingnya 700 gram. Nah ini harus dikonsumsi di luar jam makan
yang lain," tandasnya.
Sumber : Merdeka.com
0 Komentar