Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Viral di Warung Makan Medan, Preman Minta Uang untuk Beli Miras

 

Foto: Tangkapan layar video seorang preman minta uang ke warung makan di Jalan Wahidin, Kota Medan. (dok. CCTV Warga)


MAJALAHJURNALIS.Com (Medan) - Satu video bernarasi seorang preman minta uang ke warung makan di Jalan Wahidin Kota Medan beredar di media sosial. Para pedagang sekitar pun berharap agar pelaku segera ditindak.
 
Dilihat detikSumut, Selasa (19/12/2023), video itu berdurasi beberapa detik. Tampak ada seorang pria mengenakan kaus hitam cekcok dengan pihak warung makan.
 
Kedua belah pihak sempat terlibat aksi saling dorong. Lalu, pria berbaju merah coba untuk melerai keduanya. Tak lama, preman itu pergi meninggalkan lokasi.
 
"Preman minta uang untuk beli miras," demikian narasi di dalam video tersebut.
 
Rudi selaku saksi mata dan orang yang juga berjualan di sekitar lokasi mengatakan kejadian itu berlangsung pada Minggu (17/12/2023) malam.
 
"Waktu itu ada satu preman yang sering minta uang datang ke warung itu. Nah, orang warung itu tak mau kasih uang. Terus terjadi lah perkelahian itu," kata Rudi kepada detikSumut.
 
Dia menjelaskan bahwa preman ini memang sering meminta uang keamanan ke pelaku usaha di sekitar lokasi. Bahkan ia pun dimintai uang oleh preman tersebut.
 
"Sudah tiga tahun saya jualan di sini dan memang dia aja yang minta uang bulanan itu Rp 50 ribu. Memang dia ini sering kali bau tuak mulutnya. Ya gak tahu lah uang itu dipakai untuk apa. Bisa jadi untuk miras. Pastinya kalau dibilang jaga malam, ya gak juga," ungkapnya.
 
Akan tetapi, ia mengaku sejauh ini memberikan uang ke preman itu karena merasa takut nanti ada barang yang hilang dari warungnya. Rudi berharap agar penegak hukum dan pemerintah setempat dapat menindak tindakan premanisme seperti itu.
 
Di samping itu, Risman sebagai penjual gorengan turut mengaku resah atas tindakan premanisme tersebut. Bahkan dirinya dimintai uang Rp 150 ribu per bulan.
 
"Itu namanya si Doli biasanya dipanggil. Kalau dibilang meresahkan, pasti la bang. Ini kami aja dia minta Rp 150 ribu per bulan. Kalau dihitung-hitung, udah ada Rp 1-3 juta uang saya dimakannya. Tapi belakangan saya gak kasih lagi. Karena tidak benar juga begitu," sebutnya.
 
Ia pun berharap agar preman itu segera ditindak kepolisian. Sebab, menurutnya hampir seluruh pedagang di Jalan Wahidin dimintai uang dan sangat meresahkan. Jika tak diberi uang, preman ini pun tak jarang membuat keributan.
Sumber : detiksumut

Post a Comment

0 Comments