Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Elektabilitas PSI Semakin Meningkat, Jokowi yakin tembus DPR RI. Ini Versi Survei Terkini !

 

Jokowi dan Ketum PSI Kaesang Pangarep (Dok. PSI)


MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakin Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan lolos ke DPR RI. Lantas bagaimana elektabilitas PSI berdasarkan beberapa survei terakhir?
 
Jokowi menyampaikan keyakinannya itu setelah minum teh bersama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dan kader PSI di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (3/2/2024) kemarin.
 
"Kemarin di DPRD suaranya kenceng berani memberikan kritikan untuk memberikan masukan, sangat baik," kata Jokowi dalam bincang santai tersebut.
 
Jika PSI bisa mempertahankan semangat tersebut, Jokowi menyakini, partai yang dipimpin putranya itu bisa lolos ke Senayan.
 
"Dan saya percaya kalau semangatnya (PSI) seperti ini kok bisa masuk ke Senayan," ujar Jokowi menyemangati.
 
Begini elektabilitas PSI berdasarkan beberapa survei terkini:
 
Charta Politika
 
Lembaga survei Charta Politika merilis hasil survei terkait elektabilitas partai politik jelang Pemilu 2024 pada Minggu (21/1/2024) yang lalu. Berdasarkan hasil survei tersebut, elektabilitas PSI hanya 1,9% atau belum bisa lolos ambang batas parlemen.
 
Survei dilakukan pada 4-11 Januari 2024 terhadap 1.220 responden. Survei dilakukan melalui teknik wawancara tatap muka.
 
Populasi survei adalah warga negara yang sudah memiliki hak pilih yakni berusia 17 tahun atau sudah menikah. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode multistage random sampling. Margin of error survei ±2,82%. Quality control 20% dari total sampel.
 
Berikut hasilnya versi survei Charta Politika:
PDIP 22,6%
Partai Gerindra 18,8%
Partai Golkar 9,3%
Partai NasDem 8,8%
PKB 8,0%
PKS 6,8%
PAN 4,0%
Partai Demokrat 3,9%
PPP 3,6%
Perindo 2,8%
PSI 1,9%
Hanura 0,6%
Gelora 0,3%
PBB 0,3%
Buruh 0,2%
PKN 0,1%
Ummat 0,1
Tidak tahu/tidak jawab 8,0%
 
Lembaga Survei Indonesia (LSI) juga sempat merilis hasil survei elektabilitas partai politik dalam Pemilu 2024 pada Sabtu (20/1/2024) yang lalu. Hasilnya tak jauh berbeda, elektabilitas PSI hanya menyentuh 2,2%.
 
Survei dilakukan pada 10-11 Januari 2024. Target populasi survei adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas, atau sudah menikah dan memiliki telepon/cellphone, sekitar 83% dari total populasi nasional.
 
Sampel sebanyak 1.206 responden dipilih secara acak melalui metode double sampling yakni pengambilan sample secara acak dari kumpulan data hasil survei tatap muka yang dilakukan sebelumnya. Sebanyak 210.001 responden yang terdistribusi secara acak di seluruh Indonesia pernah diwawancarai secara tatap muka langsung.
 
Secara rata-rata, sekitar 70% di antaranya memiliki nomor telepon. Jumlah sampel yang dipilih secara acak untuk telepon sebanyak 14.870 data dan yang berhasil diwawancarai dalam durasi survei yaitu sebanyak 1.206 responden.
 
Margin of error survei diperkirakan kurang lebih 2,9% pada tingkat kepercayaan 95% asumsi simple random sampling. Wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang dilatih.
 
Berikut hasilnya:
1. Gerindra 20,8%
2. PDIP 20,4%
3. Partai Golkar 11,5%
4. PKB 9,0%
5. PKS 6,1%
6. NasDem 5,6%
7. Demokrat 4,8%
8. PAN 4,7%
9. PPP 2,3%
10. PSI 2,2%
11. Perindo 1,2%
12. Gelora 0,4%
13. Hanura 0,3%
14. Partai Buruh 0,2%
15. Partai Ummat 0,2%
16. PBB 0,2%
17. PKN 0,2%
18. Partai Garuda 0,1%
19. Tidak tahu/tidak menjawab 10%
 
Indikator Politik Indonesia
 
Kemudian, Lembaga Indikator Politik Indonesia juga merilis survei elektabilitas partai politik menggunakan simulasi surat suara pada Sabtu (20/1/2024) yang lalu. Hasilnya, elektabilitas PSI hanya berada pada angka 1,5%.
 
Survei yang dilakukan usai debat ketiga pilpres yakni periode 10-16 Januari 2024. Survei melibatkan 1.200 orang dari seluruh provinsi Indonesia.
 
Survei dilakukan dengan metode wawancara tatap muka. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan toleransi kesalahan sekitar 2,9 % dan tingkat kepercayaan 95%.
 
Berikut hasil lengkap elektabilitas partai politik versi Indikator Politik dengan simulasi surat suara:
PDIP 20,7%
Gerindra 16,5%
Golkar 12,2%
PKB 9,2%
Partai NasDem 6,1%
PKS 6,1%
Partai Demokrat 6,0%
PAN 5,6%
PPP 2,2%
PSI 1,5%
Partai Perindo 0,7%
Partai Gelora 0,4%
Partai Buruh 0,3%
Partai Hanura 0,2%
PBB 0,2%
Partai Ummat 0,2%
Partai Garuda 0,1%
PKN 0,1%
Tidak tahu 11,6%
Sumber : detiknews

Post a Comment

0 Comments