Ticker

7/recent/ticker-posts

Dibalik Bapak Koperasi Indonesia, Mohammad Hatta Sosok Sederhana

 

Balik Bapak Koperasi Indonesia, Mohammad Hatta Sosok Sederhana
Mohammad Hatta.@dok Wikimedia Commons/Istimewa.

MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Mohammad Hatta bukan hanya dikenal sebagai Proklamator Kemerdekaan dan Wakil Presiden Pertama Indonesia, tetapi juga sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
 
Ia adalah tokoh pemikir ekonomi yang menjadikan koperasi sebagai pilar utama pembangunan bangsa, dengan gagasan yang lahir dari pengalaman hidup, pendidikan luar negeri, dan komitmen besar terhadap keadilan sosial.
 
Lantas, bagaimana sosok Mohammad Hatta dan kenapa bisa disebut sebagai bapak koperas Indonesia? Berikut ini penjelasannya.
 
Awal Kehidupan dan Pendidikan Mohammad Hatta
 
Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi pada 12 Agustus 1902 dari keluarga yang sangat menjunjung tinggi nilai pendidikan dan etika. Sejak muda, Hatta sudah menunjukkan minat besar terhadap dunia ekonomi dan perjuangan kemerdekaan.
 
Semangat itu membawanya melanjutkan pendidikan ke Belanda, dengan menempuh studi ekonomi di Handels Hoogeschool (sekarang Universitas Erasmus Rotterdam). Selama di Belanda, Hatta aktif dalam Perhimpunan Indonesia, organisasi mahasiswa yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia di tingkat internasional.
 
Di sana pula pemikirannya tentang ekonomi mulai terbentuk, sebagai hasil refleksi dari sistem kapitalisme Barat dan kenyataan ketimpangan sosial yang terjadi di Tanah Air akibat penjajahan.
 
Berbeda dari kebanyakan ekonom pada zamannya, Mohammad Hatta menolak sistem kapitalisme yang menindas dan juga menolak sosialisme yang terlalu kolektif. Ia menawarkan koperasi sebagai jalan tengah, sebuah sistem ekonomi yang berlandaskan kebersamaan, gotong royong, dan keadilan sosial.
 
Menurut Hatta, koperasi bukan hanya entitas ekonomi, melainkan gerakan moral dan sosial yang mengedepankan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan individu. Ia percaya koperasi adalah sarana pembebasan rakyat kecil dari jeratan eksploitasi ekonomi kolonial dan sebagai alat untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi bangsa.
 
Penetapan Hari Koperasi dan Gelar Bapak Koperasi Indonesia
 
Pada 12 Juli 1953, Mohammad Hatta secara resmi meresmikan Hari Koperasi Indonesia, bertepatan dengan peringatan Kongres Koperasi Nasional. Momen bersejarah ini menjadi tonggak penting dalam gerakan koperasi Indonesia. Sejak saat itu, Hatta diakui secara luas sebagai bapak koperasi Indonesia.
 
Dalam pidatonya, Hatta menekankan pentingnya prinsip-prinsip koperasi yang meliputi keanggotaan sukarela, pengelolaan secara demokratis, pembagian hasil yang adil, kemandirian, dan pendidikan anggota.
 
Bagi Hatta, koperasi bukan sekadar pilihan teknokratis, melainkan jalan strategis dalam membangun sistem ekonomi nasional yang berkeadilan dan inklusif.
 
Perjuangan dan Tantangan dalam Membangun Koperasi
 
Meski telah mendapatkan pengakuan luas, perjuangan Bapak Koperasi Indonesia Mohammad Hatta dalam mengembangkan koperasi di Tanah Air tidak selalu mudah. Ia sering menghadapi tantangan dari kalangan pemilik modal besar, serta struktur kebijakan negara yang belum mendukung sepenuhnya ekonomi rakyat.
 
Namun, Hatta tidak pernah berhenti menyuarakan pentingnya koperasi. Dalam berbagai tulisan dan pidato, dia menegaskan pembangunan nasional harus berpihak pada rakyat kecil, dan koperasi adalah wadah yang paling sesuai untuk itu.
 
Salah satu karya Hatta yang berpengaruh besar adalah buku berjudul "Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun". Ia memaparkan secara sistematis bagaimana koperasi bisa menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.
 
Dalam buku tersebut, Hatta menjelaskan koperasi adalah solusi khas Indonesia yang mampu menjembatani dua kutub ekstrem ekonomi dunia: kapitalisme dan sosialisme.
 
Ia juga berpendapat koperasi lebih cocok dengan karakter bangsa Indonesia yang menjunjung nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan keadilan.
 
Tidak hanya berbicara, Mohammad Hatta menjalani kehidupan yang selaras dengan nilai-nilai koperasi. Ia dikenal sebagai sosok yang hidup sangat sederhana, bahkan setelah tidak lagi menjabat sebagai pejabat negara.
 
Ia menolak kekayaan pribadi dan memilih hidup dengan penuh integritas. Gaya hidup ini menjadi bukti nyata perjuangan dan komitmennya terhadap ekonomi rakyat bukan sekadar teori, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
 
Warisan Mohammad Hatta bagi Indonesia
 
Mohammad Hatta wafat pada 14 Maret 1980, tetapi gagasan dan warisannya tetap hidup. Hingga hari ini, ribuan koperasi di seluruh Indonesia masih beroperasi dengan semangat yang dia wariskan, yakni semangat keadilan, gotong royong, dan kemandirian ekonomi.
 
Sebagai bapak koperasi Indonesia, nama Hatta selalu disebut dalam setiap peringatan Hari Koperasi Nasional, sebagai simbol perjuangan yang tidak pernah padam demi rakyat kecil dan ekonomi kerakyatan.
 
Bapak Koperasi Indonesia Mohammad Hatta adalah tokoh besar yang tidak hanya berjasa dalam kemerdekaan politik, tetapi juga dalam meletakkan fondasi kemerdekaan ekonomi rakyat Indonesia.
 
Melalui koperasi, Hatta memberi bangsa ini harapan akan masa depan ekonomi yang adil, mandiri, dan berkelanjutan. Warisan pemikirannya menjadi inspirasi abadi bagi gerakan koperasi dan perjuangan ekonomi rakyat di Indonesia.
Sumber : Beritasatu.com

Posting Komentar

0 Komentar