Rekan-rekan Jokowi di reuni UGM buka suara soal
tudingan ijazah palsu.@ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko.
MAJALAHJURNALIS.Com (Yogyakarta) -
Sejumlah alumnus Fakultas
Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) memastikan Jokowi pernah berkuliah satu
kampus bersama mereka.
Mereka juga
meyakini, ijazah sarjana Fakultas Kehutanan Jokowi, yang belakangan ramai
dituding palsu, adalah asli keluaran UGM sebagai bukti kelulusan kuliah di
kampus tersebut.
"Pasti
Asli. Gimana enggak pasti, wong teman-temannya masih ada saksi hidup,"
kata Mustoha Iskandar, salah seorang rekan satu angkatan Jokowi.
Mustoha memang
belum pernah melihat langsung ijazah Jokowi. Tapi, ia punya segudang kenangan
yang jadi bukti pendukung bahwa Jokowi benar-benar alumnus UGM.
Kenangan-kenangan
itu antara lain masa-masa kuliah bersama Jokowi dalam satu ruangan kelas.
Selain itu boncengan motor bersama pulang ke kos hingga naik gunung bareng
bersama teman-teman lain.
Jokowi,
Mustoha dan para alumnus Fakultas Kehutanan UGM saling jumpa saat acara reuni
ke-45 angkatan '80 Fakultas Kehutanan UGM, Bertajuk 'Spirit 80: Guyub Rukun
Migunani' di Sleman, DIY, Sabtu (26/7/2025).
Mustoha pun
berani menyatakan bahwa rekan-rekannya yang lain juga bersaksi atas masa kuliah
Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM.
Pasalnya,
Mustoha dan banyak temannya juga sudah dimintai keterangan di Polda Metro Jaya
perihal ijazah Jokowi yang belakangan ramai dituding palsu. Diminta jadi saksi
di persidangan pun, Mustoha siap.
"Kita
semua siap jadi saksi. Keterangan saksi itu adalah alat bukti nomor satu, masak
kita mau berbohong. Temen settingan gila itu nggak waras itu. Masak teman
settingan hanya demi Jokowi. Sinting apa," kata Mustoha.
Dia turut
menyentil sejumlah pihak yang menuding ijazah Jokowi palsu, seolah lebih
mengerti soal Fakultas Kehutanan UGM dan segala aturan perkuliahannya ketimbang
dirinya yang berkuliah 6 tahun di sana.
Heri Tribasuki
juga berani memastikan bahwa Jokowi asli lulusan Fakultas Kehutanan UGM.
Demikian pula soal keaslian ijazahnya.
"Asli
demi Allah, demi Allah itu asli. Saya saksi hidup," ujar Heri.
"Tiap
praktek-praktek pertama praktek itu kami di hutan Cilacap ya ke Gunung Slamet,
terus praktek hutan di Ngawi terus praktek umum kami sama-sama," kata Heri
soal pengalaman kuliah bareng Jokowi.
"Angkatan
pertama itu November Desember '83 kami praktek di hutan di Ponorogo Madiun
terus ke KPH Cepu. Beliau (Jokowi) di Randublatung, saya di Pasar Sore,"
sambungnya.
Dalam acara
reuni itu sendiri, Jokowi mendapatkan kesempatan untuk memberikan sambutannya
yang berduasi kurang lebih 11 menit.
Dari awal
sambutan, Jokowi cuma sedikit berbasa-basi dan langsung menuju topik ijazah
sarjana miliknya yang dituding palsu. Dibumbui cerita-cerita nostalgia masa
kuliah, Jokowi berulangkali menyatakan keheranannya soal ijazah, skripsi,
hingga kegiatan KKN dirinya yang dituduh fiktif.
Padahal,
menurut Jokowi, banyak kegiatan yang ia lalui bersama teman-temannya sebagai
saksi mata. Mulai dari kuliah, KKN hingga berkali-kali naik gunung bareng.
"Begitu
ijazahnya sulit dicari-cari salahnya belok ke skripsi, skripsinya juga palsu.
Dosen pembimbing skripsi saya itu Prof. Dr. Ir. Ahmad Sumitro. Kemudian waktu
itu diuji oleh pak Ir. T Baharuddin dan Pak Ir. Sofian Warsito. Itu ujian, ada
pengujinya diragukan lagi. Skripsi diragukan ganti lagi ke KKN. Dari ijazah lari
ke skripsi lari ke KKN," ucap Jokowi.
"Kita
juga KKN, kalau disuruh ingat-ingat kan sudah 40 tahun, 40-45 tahun yang lalu.
Kita masuk 40-45 tahun yang lalu, kalau saya lulus 85," sambung dia.
Mantan
Gubernur DKI Jakarta itu pun berpendapat, polemik asli tidaknya ijazah ini
semestinya selesai seiring dengan pernyataan Rektor UGM, Ova Emilia beberapa
waktu lalu yang menyatakan ijazah Jokowi asli keluaran kampus tersebut.
Ini dikuatkan
dengan pernyataan dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta yang menyatakan
bahwa Jokowi pernah berkuliah di UGM dan ijazah kelulusannya pun otentik.
"Sebetulnya
sudah rampung itu. Yang membuat, produsennya juga sudah menyampaikan seperti
itu. Tapi ya itulah. Sekali lagi, ini politik. Itu bukan urusan asli dan tidak
asli. Sudah tahu semuanya itu asli, tapi itu untuk kepentingan politik jadi terjadi
hal seperti itu," ujarnya.
Jokowi
menghadiri acara reuni tersebut di tengah santernya isu ijazah palsu yang
menerpa dirinya.
Sejumlah pihak
mempertanyakan keaslian ijazah S1 Fakultas Kehutanan UGM milik Jokowi. Tudingan
itu dilontarkan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) bersama sejumlah pihak
seperti Rismon Sianipar, Roy Suryo, dan Dokter Tifauziya Tyassuma alias Dokter
Tifa.
Sumber : CNN
Indonesia
0 Komentar