Warga kepung Polsek
Ijen, Kabupaten Bondowoso.@Tangkapan
Layar/Istimewa.
MAJALAHJURNALIS.Com (Bondowoso) -
Nama Iptu Suherdi mendadak menjadi perbincangan di media sosial seusai diduga
terjadi kericuhan di Polsek Ijen, Kabupaten Bondowoso, pada Senin (17/11/2025).
Sejumlah warga mendatangi kantor polsek hingga menciptakan situasi yang cukup
tegang dan sempat viral di media sosial.
Dalam beberapa potongan video yang
beredar, tampak massa memenuhi halaman kantor polisi, sebagian masuk ke dalam
bangunan, dan lainnya berada di jalanan sekitar lokasi.
Meski sempat tersiar kabar bahwa
Kapolsek Sempol tersebut disandera, Polres Bondowoso membantah informasi itu.
Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono, menegaskan bahwa tidak ada
penyanderaan.
AKBP Harto Agung menyampaikan bahwa
kondisi di Desa Kaligedang telah kembali kondusif. Ia menjelaskan, warga dan
keluarga terkait kini sudah memahami duduk perkara dari kasus sebelumnya.
"Kapolsek sudah kembali bersama
kami. Kondisinya baik-baik saja, tidak ada hal yang tidak menyenangkan. Bahkan warga
menilai beliau sosok yang dekat dan mengayomi," katanya dalam keterangan
resmi, Selasa (18/11/2025).
Selama berada di desa, Kapolsek juga
tidak mengalami tindakan membahayakan. Bahkan, menurut kapolres, warga menilai
Iptu Suherdi sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat dan memiliki kepedulian
tinggi terhadap warganya.
Dalam penjelasannya, kapolres menyebut
bahwa kericuhan di Polsek terjadi sebagai bentuk respons spontan warga terhadap
tindakan paksa aparat dalam menangani kasus tertentu.
Namun, situasi tersebut sudah mereda
sepenuhnya. Untuk menjaga stabilitas keamanan, Polres bersama Kodim 0822
meningkatkan penjagaan dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai
dari DPR RI hingga bupati Bondowoso.
Momen
Dramatis Penjemputan Iptu Suherdi di Desa Kaligedang
Insiden yang sempat disebut sebagai
penyanderaan itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Dalam rekaman video, tampak
massa menduduki area depan polsek hingga membawa tuntutan mereka ke dalam
kantor. Setelah melalui dialog panjang antara aparat dan warga Kaligedang,
kondisi berhasil diredam.
Iptu Suherdi akhirnya dilepaskan warga
pada Senin (17/11/2025) sekitar pukul 21.30 WIB. Proses penjemputan berlangsung
cukup dramatis karena pimpinan daerah yang datang harus berjalan kaki sejauh 3
kilometer menuju lokasi.
Warga diduga sengaja meletakkan batang
pohon besar melintang di jalan sebagai bentuk penolakan terhadap kendaraan yang
hendak masuk.
Setibanya di Desa Kaligedang, hanya
empat pejabat daerah yang diizinkan berdialog di Balai Desa. Setelah proses
komunikasi intens, kapolsek kemudian dibawa kembali ke Mako Polsek Ijen.
Sosok
dan Rekam Jejak Iptu Suherdi
Selain dikenal karena insiden
tersebut, Iptu Suherdi merupakan perwira menengah yang bertugas di jajaran
Polres Bondowoso. Saat ini ia menjabat sebagai kapolsek Sempol.
Sebelumnya, Suherdi pernah berdinas di
Polsek Prajekan. Ia sempat menduduki jabatan sebagai Kapolsek Prajekan, serta
pernah dipercaya sebagai Panit Intelkam di polsek yang sama.
Selama bertugas, ia dikenal aktif
melakukan kegiatan sambang ke warga dan memperkuat komunikasi dengan tokoh
masyarakat.
Istrinya, Indri Suherdi, juga dikenal
aktif sebagai ketua Bhayangkari Ranting Sempol, mendampingi berbagai kegiatan sosial
kepolisian di wilayahnya.
Meski demikian, profil lengkap
mengenai latar belakang pribadi dan karier awalnya belum tersedia secara detail
untuk publik.
Harta
Kekayaan Iptu Suherdi Berdasarkan LHKPN
Selain rekam jejak tugasnya, harta
kekayaan Iptu Suherdi juga menarik perhatian publik. Saat menjabat sebagai
Kapolsek Prajekan, ia pernah melaporkan LHKPN ke Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK).
Dalam laporan periodik tahun 2024 yang
disampaikan pada 16 Januari 2025, total harta kekayaannya tercatat sebesar Rp
574.948.414. Berikut rincian harta yang dilaporkan:
Aset tanah dan bangunan milik Iptu
Suherdi tercatat senilai Rp 550.000.000, berupa sebidang tanah dan bangunan
seluas 270 m² di Bondowoso yang diperoleh dari hasil sendiri.
Untuk alat transportasi dan mesin, ia
memiliki dua motor, yaitu Honda NC11BF1D A/T keluaran 2013 senilai Rp 8.000.000
dan Honda ACH1M21B05 A/T keluaran 2014 senilai Rp 7.000.000, dengan total Rp
15.000.000.
Ia juga memiliki harta bergerak
lainnya sebesar Rp 9.000.000 yang mencakup aset pribadi. Pada kategori surat
berharga, tidak ada nilai yang dilaporkan. Kas dan setara kas yang dimiliki
mencapai Rp 948.414, dan tidak terdapat harta tambahan lainnya.
Secara keseluruhan, total kekayaan
Iptu Suherdi yang tercatat mencapai Rp 574.948.414 tanpa adanya catatan utang.
Sumber :
Beritasatu.com
0 Komentar