Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Perdebatan Ruben Onsu dan Sarwendah Menarik Perhatian Publik

 

Perdebatan Ruben Onsu dan Sarwendah Menarik Perhatian Publik
Di balik film Nia karya sineas Aditya Gumay dan Ronny Mepet ada Ruben Onsu sebagai produser eksekutif. Ia mengenang 17 tahun kenal Aditya Gumay. (Foto: Wayan Diananto) © 2025 Liputan6.com


MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Polemik yang melibatkan Ruben Onsu dan Sarwendah menarik perhatian publik, terutama setelah munculnya isu terkait masalah komunikasi yang menghalangi pertemuan antara ayah dan anak-anaknya.
 
Melalui kuasa hukumnya, Ruben Onsu membantah pernyataan tersebut dan menilai bahwa alasan itu hanya dibuat-buat untuk menutupi kebenaran yang sebenarnya.
 
Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben Onsu, menjelaskan bahwa komunikasi antara kliennya dan Sarwendah masih berlangsung dengan baik. Ia menegaskan bahwa Ruben Onsu selalu berusaha untuk menjaga hubungan yang terbuka demi kepentingan anak-anak mereka.
 
"Lancar, jadi jangan bilang miskomunikasi. Jangan bilang miskomunikasi karena kalau ditengok setiap hari ada komunikasi enggak Ruben dengan dia? Ya ada, itu chattingannya ada," ungkap Minola Sebayang di kantornya yang terletak di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa (19/11/2025).
 
Minola Sebayang merasa prihatin dengan situasi ini, yang melibatkan hak seorang ayah untuk bertemu dengan anaknya sendiri, yang seharusnya tidak terhambat oleh ego setelah perceraian.
 
"Ini adalah keinginan bebasnya si S itu kan patut diduga mau serahkan, mau ngomong anaknya dididik, 'Enggak boleh begitu, ayahmu juga', atau tidak," tambahnya, menunjukkan betapa pentingnya komunikasi yang baik dalam situasi seperti ini.
 
Minola Sebayang merasa prihatin jika masalah ini hanya dianggap sebagai kesalahpahaman semata. Ia berpendapat bahwa percakapan yang ada merupakan bukti nyata bahwa komunikasi tetap berlangsung.
 
"Itu saja sih kalau saya melihat. Karena kalau komunikasi bukti chattingan banyak ini. Apakah bukti chattingan ini bukan komunikasi?," ujar Minola Sebayang menambahkan.
 
Lebih lanjut, Minola Sebayang mengungkapkan bahwa interaksi antara Ruben Onsu dan Sarwendah baru saja terjadi. "Terakhir komunikasi kemarin juga mungkin mereka chattingan tuh. Karena kan mau ajak ketemu atau apa gitu kira-kira intinya," imbuhnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada isu yang berkembang, komunikasi di antara mereka masih aktif dan berlanjut.


Berkomunikasi dengan perawat
Minola Sebayang menjelaskan bahwa Ruben Onsu tidak hanya bergantung pada komunikasi dengan Sarwendah dalam memantau perkembangan dan kondisi anak-anaknya.
 
Ia juga memanfaatkan berbagai saluran lain yang ada di rumah mereka. Untuk memastikan keadaan buah hati, Ruben rutin berkomunikasi dengan pengasuh atau asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Sarwendah.
 
"Sama susternya juga komunikasi. Nah itu. Ini juga kok Sarwendah ini, nah September nih. Ya kenapa kok masalah komunikasi, tentang biaya kok enggak pernah miss?" ungkap Minola Sebayang dengan penuh rasa ingin tahu.
 
Miskomunikasi
Minola Sebayang mengajak kita untuk memahami definisi miskomunikasi yang sering kali dijadikan alasan untuk berbagai permasalahan. Ia menegaskan bahwa permintaan izin seorang ayah untuk menjemput anaknya adalah kalimat yang sangat umum dan tidak memerlukan penafsiran yang rumit.
 
"Bahasa pakai bahasa Indonesia. 'Aku mau jemput anak boleh enggak?' Kan mudah dipahami. Jawabnya cuma boleh apa enggak? Kalau enggak ya kenapa? Jadi jangan juga dibilang ini hanya masalah komunikasi, enggaklah," ucap Minola Sebayang.
Sumber : Merdeka.com

Posting Komentar

0 Komentar