MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Perdana Menteri
Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif mengutuk keras ledakan di Islamabad yang
menewaskan 12 orang pada Selasa (11/11/2025). Sharif mengatakan ledakan tersebut
merupakan serangan teroris yang dilancarkan oleh kelompok Fitna Al-Khawarij dan
Fitna Al-Hindustan yang didukung oleh India. "Anak-anak tak bersalah juga
diserang di Wana oleh (kelompok) Fitna al-Kharijites yang beroperasi dari
Afghanistan atas perintah India. Ini waktu bagi dunia untuk mengutuk konspirasi
jahat semacam itu oleh India. Serangan-serangan tersebut merupakan preseden
buruk dari negara teroris India," demikian pernyataan Sharif dalam
unggahan di X. Sharif menegaskan Pakistan akan terus
melawan "monster terorisme" sampai benar-benar tuntas. Pada kesempatan itu, ia juga
menyampaikan belasungkawa kepada para korban tewas dan memerintahkan agar
seluruh korban luka mendapat perawatan terbaik. Ledakan terjadi pada Selasa siang di
Islamabad hingga mengakibatkan 12 orang tewas. Sejumlah video yang diambil dari
lokasi peristiwa menunjukkan api dan gumpalan asap mengepul ke udara dari
sebuah mobil yang terparkir di belakang security barrier gedung pengadilan
Islamabad. Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin
Naqvi, mengatakan seorang pelaku bom bunuh diri yang melancarkan aksi tersebut. "Penyerang mencoba memasuki
gedung pengadilan, tapi gagal, dan malah menargetkan kendaraan polisi,"
ungkap Naqvi. Menteri Pertahanan, Khawaja Asif,
sementara itu mengatakan Pakistan saat ini dalam keadaan perang dan menegaskan
bahwa serangan ini harus dianggap sebagai seruan untuk siaga atau "wake-up
call". Sumber : CNN
Indonesia
0 Komentar