Ilustrasi
ledakan.@B1/Muhammad Reza.
MAJALAHJURNALIS.Com (Teheran) - Sebuah ledakan
hebat mengguncang sebuah gedung di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran, pada
Sabtu (31/1/2026). Hingga saat ini, otoritas setempat masih melakukan
investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab pasti insiden di pesisir Teluk
tersebut.
Televisi pemerintah melaporkan bahwa ledakan terjadi
di sebuah bangunan berlantai delapan yang terletak di kawasan Moallem
Boulevard. Dampak ledakan tersebut sangat masif, hingga menghancurkan dua
lantai bangunan, merusak sejumlah kendaraan, serta menghanguskan toko-toko di
sekitarnya.
Tim penyelamat dan pemadam kebakaran segera dikerahkan
ke lokasi kejadian untuk memberikan bantuan darurat. Direktur Jenderal Manajemen
Krisis Provinsi Hormozgan, Mehrdad Hassanzadeh, mengonfirmasi bahwa proses
pemindahan korban ke rumah sakit sedang berlangsung.
"Para korban luka dalam insiden tersebut sedang
dipindahkan ke rumah sakit oleh petugas tanggap darurat," ujar Hassanzadeh
sebagaimana dikutip dari kantor berita IRNA. Namun, ia belum memberikan rincian
mengenai jumlah pasti korban jiwa maupun luka-luka.
Tayangan televisi pemerintah menunjukkan kondisi fasad
bangunan yang hancur total, memperlihatkan interior gedung yang porak-poranda
dengan puing-puing yang berserakan di jalanan.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan
geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat. Sebelumnya, AS telah mengerahkan
gugus tempur kapal induk ke wilayah Timur Tengah menyusul retorika keras dari
Presiden Donald Trump.
Kondisi ini memicu berbagai spekulasi di media sosial.
Namun, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bergerak cepat membantah rumor yang
menyebutkan bahwa ada fasilitas angkatan laut mereka yang menjadi sasaran
serangan.
"Tidak ada bangunan milik pasukan angkatan laut
di provinsi tersebut yang menjadi sasaran," tegas pernyataan resmi IRGC
yang dimuat oleh kantor berita Fars.
Secara terpisah pada hari yang sama, sebuah ledakan
gas maut juga melanda lingkungan Kianshahr, kota Ahvaz, Provinsi Khuzestan.
Insiden di wilayah barat daya Iran ini dilaporkan menewaskan sedikitnya empat
orang.
Tim penyelamat di Ahvaz saat ini masih berjibaku
membersihkan reruntuhan untuk mencari kemungkinan adanya warga yang terjebak di
bawah puing bangunan.
Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk tetap
tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi secara
resmi di tengah situasi yang sensitif ini.
Sumber: Beritasatu.com
0 Komentar