Presiden Prabowo Subianto Berpidato. (Youtube/YT)
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) –
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun
sekolah berasrama gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sebagai
langkah strategis memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan Prabowo
saat berpidato dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis
(22/1/2026).
"Ini mungkin sesuatu yang unik,
karena biasanya anak-anak dari kalangan atas, anak-anak dari keluarga kaya,
yang bersekolah di sekolah berasrama. Namun kini saya membangun sekolah
berasrama untuk masyarakat yang sangat miskin," papar Prabowo.
Prabowo menilai kemiskinan kerap
berlangsung secara turun-temurun antargenerasi. Karena itu, negara harus hadir
memberikan akses pendidikan yang setara agar anak-anak dari kelompok rentan
memiliki peluang masa depan yang lebih baik.
Ia mengungkapkan, pemerintah telah
membangun 160 sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga termiskin dan
menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 500 sekolah.
“Tujuan kami adalah memutus rantai
kemiskinan. Selama ini, anak petani miskin cenderung tetap menjadi petani
miskin, anak pemulung menjadi pemulung. Saya bertekad memutus lingkaran kemiskinan
tersebut,” ujar Prabowo.
Melalui program sekolah berasrama,
pemerintah ingin memastikan anak-anak dari kelompok paling rentan memperoleh
pendidikan berkualitas, lingkungan belajar yang layak, serta kesempatan yang
sama untuk meningkatkan mobilitas sosial.
Selain pembangunan sekolah berasrama,
Prabowo juga menyampaikan rencana renovasi 60.000 sekolah serta pembangunan
1.000 sekolah terpadu modern sebagai bagian dari agenda transformasi pendidikan
nasional.
Langkah tersebut diyakini akan
memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat mobilitas sosial
masyarakat. Dia menambahkan, kebijakan pendidikan tersebut selaras dengan
program pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi rakyat yang tengah
dijalankan pemerintah.
Prabowo menyebutkan, tingkat
kemiskinan ekstrem di Indonesia saat ini berada pada level terendah sepanjang sejarah.
Pemerintah menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem dalam empat tahun ke
depan.
Ia menegaskan, seluruh kebijakan
sosial pemerintah diarahkan untuk mendorong produktivitas dan pertumbuhan
berkelanjutan, termasuk program pemeriksaan kesehatan gratis tahunan guna
menekan beban biaya kesehatan jangka panjang.
"Saya bertekad untuk memutus
lingkaran itu. Saya bertekad bahwa anak dari keluarga termiskin tidak boleh
tetap miskin. Mereka harus diberikan kesempatan yang setara," tutur dia.
Sumber :
Beritasatu.com
0 Komentar