Banjir kepung
wilayah Serang Banten.@Antara
FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Ratusan rumah di
Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Banten,
terendam banjir selama sepekan terakhir akibat luapan Kali Cidurian yang
diperparah dengan kerusakan pintu air.
Ketua RT 02 RW 01 Kampung Kuranji,
Suyani, mengatakan banjir tersebut berdampak pada 450 jiwa yang terdiri atas
200 Kepala Keluarga (KK).
"Total ada 110 rumah yang terdampak.
Air mulai masuk sejak Senin lalu, awalnya karena hujan deras kemudian Kali
Cidurian meluap," kata Suyani mengutip Antara, Minggu (18/1/2026).
Suyani menjelaskan, luapan sungai
tersebut disebabkan oleh pintu air otomatis yang tersangkut benda asing
sehingga tidak dapat menutup rapat saat debit air meningkat.
Akibatnya, air masuk ke permukiman
warga dengan ketinggian bervariasi hingga mencapai lebih dari satu meter atau setinggi
pinggang orang dewasa.
Kondisi ini memaksa sebagian besar
warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Berdasarkan data setempat,
sekitar 150 warga mengungsi di area tanggul, 50 orang di musala, dan 20 orang
di masjid. Selain itu, sebagian warga lainnya memilih menumpang di rumah
kerabat atau mendirikan tenda darurat.
"Meski demikian, masih ada
beberapa warga yang memilih bertahan di rumah masing-masing," ujarnya.
Terkait bantuan logistik, Suyani
menyebutkan bahwa bantuan berupa sembako seperti beras, telur, dan minyak
goreng telah disalurkan kepada warga terdampak. Namun, warga sangat berharap
banjir dapat segera surut agar aktivitas kembali normal.
"Harapan warga tentu air cepat
surut. Namun jika belum surut, kami berharap bantuan sembako terus
tersedia," katanya.
Sumber : CNN
Indonesia
0 Komentar