\Menteri PU
Dody Hanggodo saat mengecek sungai di Hutanabolon, Kecamatan Tukka.@Finta
Rahyuni/detikSumut.
MAJALAHJURNALIS.Com (Tapteng) - Warga di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli
Tengah (Tapteng), Sumatera Utara mengeluhkan soal aliran sungai yang masih
kerap meluap dan mengakibatkan banjir jika hujan turun dengan intensitas
tinggi. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menjawab keluhan itu dengan
mempercepat pembangunan Sabo Dam.
Seorang warga bernama Lasman Sitompul mengatakan bahwa
jika hujan turun dengan intensitas yang tinggi dan dalam durasi yang lama, maka
air sungai akan meluap dan menggenangi rumah warga. Tinggi air itu mencapai
pinggang orang dewasa. Air tersebut juga membawa material kayu dan batu.
"Tergantung lamanya hujan juga, kalau hujannya
lama, sejam dua jam pasti parah. Sampai jalan sana (airnya), bisa sampai
sepinggang," kata Lasman saat diwawancarai di Kelurahan Hutanabolon, Senin
(16/2/2026).
Lasman mengatakan kondisi itu membuat dia dan warga
lainnya khawatir. Selain itu, mereka juga masih trauma dengan banjir bandang
yang terjadi tahun lalu. Alhasil, saat air mulai naik, dia dan warga lainnya
akan pergi mencari tempat yang aman.
"Masih khawatir. Kami tetap lari karena masih
trauma, ini banjirnya deras mengalir," jelasnya.
Menjawab keluhan itu, Dody Hanggodo mengatakan
pihaknya saat ini tengah melakukan normalisasi sungai. Namun, proses
normalisasi ini terkendala karena kondisi cuaca yang masih kerap turun hujan.
"Sungai Tukka ini kemarin yang sempat air meluap
lagi karena hujan sekian jam, sehingga merendam lagi kawasan sekitar.
Sebenarnya sudah kita lakukan normalisasi di anak sungai sebelah sana. Cuma kan
yang turun selalu ini kan, pasir, kayu, dan batu sehingga pagi kita
normalisasi, sore atau malam hujan," kata Dody saat mengecek kondisi
sungai di Hutanabolon.
Namun, kata Dody, pihaknya telah menyiapkan langkah
awal dengan membuat sabo dam atau bendungan di hulu sungai. Dam ini nantinya
akan menahan material, seperti kayu dan batu, sehingga dapat meminimalisir
terjadinya banjir. Dody mengatakan pembangun dam itu akan dikerjakan dengan
baik.
"Yang masalah kan di hulu, kalau bisa lihat tuh
bukitnya sudah hampir nggak ada pohon, sehingga hujan sedikit saja, saya yakin
tanah, kayu akan turun lagi. Bahkan perlu lagi kita lihat di bawahnya itu pasti
batu. Jadi, mungkin kita akan mempercepat pembangunan dam di atas. Saya minta
tadi dihitung bener tuh damnya itu sanggup menahan tekanan batu, nggak hanya
masalah tanah, tapi ada batu, ada kayu," ujarnya.
Dody menyebut pihaknya telah merancang pembangunan dam
itu. Dia berharap dam ini dapat selesai sekitar paling lama pada Mei 2026.
Menurutnya, pembangunan sabo dam ini adalah solusi tercepat dalam meminimalisir
banjir.
"Jadi, saya minta percepatan pembangunan di dam
di atas, di hulu-hulu. Memang kondisinya agak-agak lebih sulit, karena kan di
hulu kan. Cuman kita upayakan secepat-cepatnya agar masyarakat sekitar itu
tidak kebanjiran lagi. Jadi, poin utamanya adalah bagaimana masyarakat sekitar
itu tidak kebanjiran lagi, meskipun hujan 2 atau 3 jam atau lebih dari
itu," jelasnya.
"Itu saya lihat ini kan area kehutanan, nanti
mungkin akan memohon izin dari Kementerian Kehutanan untuk izin pinjam pakai
kehutanannya, tapi di sisi lain tetap kita kerja, proses administrasi yang
perlu kita selesaikan, kita selesaikan," sambung Dody.
Setelah dam tersebut selesai dikerjakan, kata Dody,
pihaknya akan merancang pembangunan tanggul di lokasi tersebut. Menurutnya,
percepatan ini juga merupakan perintah Presiden Prabowo Subianto.
"Solusi tercepat yang harus kita kerjakan hari
ini. Nanti satu dam selesai baru kita bicara tanggul secara, secara permanen.
Sesuai arahan dari Pak Presiden Prabowo, masyarakat yang terdampak, jangan
penderitaannya berlama-lama, harus segera kita jawab dengan cepat," pungkasnya.
Sumber : detiksumut
0 Komentar