Minuman rempah
sehat khas Kudus, Jawa Tengah banyak diburu masyarakat menjelang Hari Raya
Idulfitri 2026.@Beritasatu.com/Jamaah.
MAJALAHJURNALIS.Com (Kudus) –
Ramadan dan Lebaran tak hanya menjadi berkah bagi perajin kue kering dan aneka
hidangan, tetapi juga bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)
pengolah minuman. Salah satunya seperti pelaku usaha minuman rempah yang ada di
Kabupaten Kudus.
Menjelang Lebaran, jumlah permintaan
meningkat pesat, menembus 15.000 cup dengan pesanan datang tersebar dari berbagai
wilayah Jawa Tengah hingga Jakarta. Berawal dari dapur rumah di Desa Pedawang,
Kecamatan Bae, pelaku UMKM lokal berhasil menyulap kekayaan alam lereng
Pegunungan Muria menjadi minuman sehat kekinian yang menarik minat banyak
orang.
Bahan baku minuman rempah ini
sederhana namun berkualitas, mulai dari jahe, kunyit, sereh, alang-alang, kayu
manis, hingga beragam rempah lainnya yang melimpah di lereng Muria. Kunci
keberhasilan produk UMKM ini terletak pada proses peracikan dan pengemasan yang
higienis. Hal ini membuat minuman tradisional naik kelas dan dipercaya sebagai
suguhan menyehatkan di hari Lebaran.
Rubiyanti, produsen minuman rempah di
Desa Pedawang. Ia menawarkan varian olahan rempah yang unik, mulai dari teh
kulit nanas berpadu rempah, jahe-sereh-alang-alang (jarelang), hingga kunir
asam gula aren. Ia mengaku tidak menyangka dengan tingginya jumlaah permintaan
pada Lebaran tahun ini.
"Mungkin karena unik ya, kita
siapkan aneka olahan rempah asli lokal Kudus. Ada varian sereh madu hingga
jarelang yaitu jahe, jeruk nipis, sereh, dan alang-alang. Yang paling best
seller tetap kunir asem dengan campuran gula aren dan cengkih,"ujar
Rubiyanti, Minggu (15/3/2026).
Ludes
dalam Sekejap
Cuaca yang tidak menentu selama
beberapa waktu terakhir membawa berkah tersendiri. Masyarakat cenderung mencari
minuman yang dapat menjaga imunitas tubuh. Stok awal sebanyak 100 karton ludes
dalam waktu singkat.
Minuman kemasan sehat dari UMKM
rumahan ini dibanderol dengan harga terjangkau, mulai dari Rp 42.000 hingga Rp
70.000 per karton, tergantung varian dan isi kemasan.
Hingga satu pekan menjelang Lebaran,
total pesanan telah menembus 15.000 cup atau setara 430 karton. Jangkauan
pasarnya luas, mulai dari Kudus, Pati, Jepara, Semarang, hingga Jakarta.
Bahkan, Rubiyanti terpaksa menutup pesanan karena kewalahan melayani pelanggan
satu per satu.
"Permintaannya benar-benar di
luar ekspektasi. Kami bahkan sudah menutup pesanan sejak H-10 karena kewalahan.
Kami tidak berani ambil pesanan lagi agar kualitas tetap terjaga," tutup
Rubiyanti.
Respon
Positif dari Pelanggan
Kepopuleran minuman rempah ini juga
dirasakan oleh para pelanggan. Munajad, salah seorang pembeli, sengaja
memborong kunir asem dan teh nanas rempah untuk dikirimkan ke koleganya di luar
kota, termasuk Semarang.
"Jarang sekali kan ada suguhan
Lebaran seperti ini di rumah-rumah. Saya beli untuk stok minuman tamu, tetapi
ternyata rekan kerja dan saudara di Semarang juga minta dikirimkan. Rasanya
cocok, sehat, dan benar-benar terasa herbalnya," kata Munajad.
Sumber : Beritasatu.com
0 Komentar