Ilustrasi
foto.@dok.detikcom
MAJALAHJURNALIS.Com (Siak) -
Kabar duka datang dari gadis asal Siak, Susi Yanti Br Sinaga yang ditipu
bekerja ke Kamboja. Susi yang dikabarkan sempat sakit parah itu kini telah
meninggal dunia.
Kepastian meninggalnya Susi
disampaikan Kepala BP3MI Riau Fany Wahyu Kurniawan. Susi meninggal saat
perawatan di rumah sakit, Minggu (9/3) pagi waktu Kamboja.
"Benar, informasi pagi kemarin
dari Bram yang nunggu menyampaikan bahwa Susi Yanti br Sinaga sudah meninggal
dunia," kata Fany, Senin (10/3/2026).
Kepastian meninggalnya Susi juga telah
disampaikan kepada keluarga di Lubuk Dalam, Siak. Susi meninggal saat dirawat
di ICU RS Khmer Soviet Friendship.
"Keluarga juga sudah mengetahui
dan minta bantuan pemulangan kepada BP3MI. Tapi sesuai prosedur BP3MI akan
memfasilitasi pemulangan ke daerah asal jika jenazah sudah berada di
Indonesia," kata Fany.
Untuk itu BP3MI juga telah
berkoordinasi dengan KBRI untuk bantuan pemulangan dari Kamboja. Termasuk
koordinasi juga dengan Disnaker Siak dan Pemkab untuk membantu biaya pemulangan.
"Pihak Disnaker Siak juga sudah
diinfokan, kami minta agar Disnaker bersama Pemkab Siak ikut membantu biaya
Pemulangan dari luar negeri ke indonesia," katanya.
Sebelumnya kabar seorang gadis asal
Siak, Riau 'tersandera' di Kamboja viral di media sosial. Korban diduga ditipu
rekannya untuk kerja di Malaysia, ternyata dibawa ke Kamboja.
Korban kelahiran 2003 asal Lubuk
Dalam, Siak. Susi berangkat ke Kamboja pada 12 Desember untuk bekerja di sektor
industri daring (scammer) bersama kenalannya Bram Silitonga yang belakangan
diketahui pacar korban.
Korban lalu mengalami persoalan
kesehatan dan dirawat di salah satu rumah sakit di Kamboja. Bahkan, kini harus
membayar biaya pengobatan hingga puluhan juta.
Selain itu, ada juga permintaan biaya
pengobatan lain. Namun jika keluarga tak menyanggupi, Susi disebut akan
disuntik mati.
Dalam foto yang beredar terlihat
korban dalam kondisi terbaring saat video call dengan keluarga. Mulut dan
hidungnya terpasang selang dalam penanganan medis.
Atas insiden tersebut, pihak keluarga
telah melapor ke KBRI hingga BP3MI Riau. Keluarga berharap korban dapat segera
dipulangkan dengan selamat.
Sumber : detiksumut
0 Komentar