Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Kabar Gembira, Selat Hormuz Dibuka, Lalu Lintas Kapal Tanker Mulai Normal

 

Kabar Gembira, Selat Hormuz Dibuka, Lalu Lintas Kapal Tanker Mulai Normal
Kapal tanker minyak dan kapal kargo mulai melintas di Selat Hormuz.@AP Photo/Altaf Qadri


MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta) - Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz  mulai pulih setelah Iran memastikan jalur strategis energi global tersebut kembali dibuka untuk kapal selama masa gencatan senjata.
 
Sejumlah kapal tanker minyak dan gas kini kembali bergerak melintasi kawasan Selat Hormuz menuju berbagai tujuan utama, seperti Asia dan Eropa.
 
Langkah ini ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang menyatakan bahwa Selat Hormuz sepenuhnya terbuka selama periode gencatan senjata. Pernyataan ini memberikan kepastian bagi pelaku pasar energi global yang sebelumnya diliputi kekhawatiran gangguan pasokan.
 
Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyambut positif keputusan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas langkah Iran membuka kembali jalur vital tersebut, meski menegaskan bahwa tekanan dan pengawasan terhadap Iran masih berlanjut hingga tercapai kesepakatan damai yang lebih luas.
 
Lalu lintas kapal di kawasan tersebut mulai meningkat seiring meredanya risiko geopolitik. Berdasarkan data pergerakan kapal, Marine Traffic pada Sabtu (18/4/2026) pagi, Beberapa kapal tanker tercatat kembali beroperasi.

Kapal Nissos Keros mulai berlayar dari Das Island, Uni Emirat Arab (UEA) menuju India, kemudian, kapal Minerva Evropi bergerak dari Irak menuju Turki, serta kapal Sanmar Herald yang mengangkut minyak ke India.
 
Kemudian, kapal gas Aquamarine juga bergerak menuju China, sementara kapal kimia Seaway menuju Oman.
 
Mayoritas kapal yang melintas merupakan tanker energi, yang menegaskan kembali peran vital Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi minyak dunia. Peningkatan aktivitas ini menjadi sinyal awal normalisasi pasokan energi global setelah sebelumnya terganggu imbas ketegangan geopolitik.
 
Namun, kondisi di kawasan tersebut masih belum sepenuhnya stabil. Iran tetap menerapkan pengaturan jalur pelayaran dan koordinasi ketat bagi kapal yang melintas. Selain itu, risiko penutupan kembali Selat Hormuz masih terbuka apabila konflik kembali meningkat.
 
Selat Hormuz yang dibuka oleh Iran juga menjadi faktor utama yang menekan harga minyak dunia. Kekhawatiran gangguan pasokan yang mereka membuat risiko di pasar energi turun tajam. Hal ini tecermin dari harga minyak mentah yang turun.
 
Diketahui, minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat turun sekitar 11% ke kisaran US$ 83,85 per barel, sementara minyak acuan global Brent melemah sekitar 9% ke level US$ 90,38 per barel.
Sumber : Beritasatu.com

Posting Komentar

0 Komentar