Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Tanggapan Gubernur Sumbar, Warganya di Limapuluh Kota Ramai-ramai Menambang Emas

 

Tanggapan Gubernur Sumbar, Warganya di Limapuluh Kota Ramai-ramai Menambang Emas

Gubernur Sumbar Mahyeldi.@Foto: Jeka Kampai/detikSumut.


MAJALAHJURNALIS.Com (Padang) Warga ramai-ramai berada di pinggir sungai melakukan aktivitas penambangan emas. Hal itu diketahui dari video diambil di aliran sungai Batang Kampar, Nagari Galugur Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar). Penambangan dilakukan secara tradisional dan viral di media sosial.
 
Warga terpaksa beralih jadi penambang, karena harga anjloknya harga gambir. Gambir merupakan mata pencaharian utama warga setempat selama ini.
 
Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengakui terjadinya fenomena itu. Namun ia menyebut, penambang emas secara tradisional tidak akan terlalu bermasalah.
 
Yang harus dilakukan pengawasan ketat itu kan penambangan emas menggunakan alat berat. Kalau secara tradisional itu kan tidak terlalu parah. Tapi kita akan tetap melakukan pengawasan," kata Mahyeldi kepada wartawan di Istana Rabu (8/4/2026).
 
Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk melakukan pengawasan tambang tradisional tersebut nantinya.

Mahyeldi mengakui, penurunan harga gambir memang terjadi sejak beberapa waktu lalu dan ada masyarakat yang beralih menjadi penambang tradisional.


"Memang saya mendapatkan laporan adanya penurunan harga gambir. Maka dari itu kita dari pemerintah mencarikan solusi dengan pengolahan gambir di sini," katanya.
 
Penurunan harga gambir di Sumatra Barat tercatat cukup drastis sejak beberapa pekan terakhir. Jika biasanya harga gambir Rp 75 ribu per kilogram, saat ini anjlok lebih dari 50 persen atau saat ini berkisar antara Rp 20 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram.
 
Mahyeldi mengatakan, penyebab anjloknya harga gambir tersebut diperkirakan karena konflik yang terjadi antara Iran dengan Amerika dan Israel di Timur Tengah.
 
"Mungkin penyebabnya bisa itu. Tapi yang jelas memang harga gambir itu merosot karena tujuan ekspor kita hanya India dan Pakistan saja," katanya.
 
Ia mengatakan, solusi yang masih sedang disiapkan adalah pendirian pabrik pengolahan gambir menjadi barang jadi atau barang setengah jadi nantinya.
 
"Untuk itu, kita masih menunggu dari Kementerian. Kabarnya sudah ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditugaskan untuk membuat pabrik pengolahan gambir," katanya lagi.
Sumber : detiksumut

Posting Komentar

0 Komentar